Setiap Hari Marah Sejak Jadi Mensos, Tensi Darah Risma Naik Sampai 170 'Pulang Kepala Saya Panas!'
Sejak diangkat Presiden Jokowi sebagai Menteri Sosial, Tri Rismaharini mengaku sering marah-marah sampai suaranya habis.
Oleh karenanya, Risma menginginkan para pemulung tersebut mendapatkan bantuan sosial.
Hal itu dilakukan dengan melakukan pendataan oleh Kemensos yang dibantu Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.
"Demi Allah tidak ada niatan apapun karena mungkin saya mati besok, mati kan tidak tahu, niat saya hanya membantu," pungkasnya.
Adapun kegiatan blusukan Risma setelah menjabat sebagai Mensos mendapatkan kritik dari sejumlah pihak.
Salah satu yang melontarkan kritik adalah Pelaksana Harian Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi.
Ia mengomentari aksi blusukan Risma di Sudirman-Thamrin yang menemukan adanya gelandangan di wilayah tersebut.
Irwandi menegaskan, masalah gelandangan atau tunawisma bukan hanya ada di Jakarta, tetapi juga di seluruh kota besar di Indonesia.
"Saya bukan membela diri. Permasalahan tunawisma itu bukan di Jakarta saja. Ke Surabaya deh, di Medan, di Bandung. Ada enggak kota besar yang enggak ada manusia gerobak?" kata Irwandi, Selasa (5/1/2021).
Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono juga melemparkan komentar serupa. Dia menilai, aksi blusukan Risma terlalu berlebihan. "Jangan lebay saja, dikemas berlebihan norak jadinya. Yang dilakukan bu Risma termasuk kategori berlebihan," kata Mujiyono. (*)
Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Tri Rismaharini Jadi Mensos Ngaku Suara Habis, Tensi Darah Naik, Soal Blusukan Risma Bawa Nama Tuhan.