Pesisir Timur Berpotensi Gelombang Setinggi 2,5 Meter, Nelayan Tanjabbar Diminta Lengkapi APD

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjabbar, Zulfikri, saat di konfirmasi, Senin (11/1/2021).

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Pesisir Timur Berpotensi Gelombang Setinggi 2,5 Meter, Nelayan Tanjabbar Diminta Lengkapi APD 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Gelombang tinggi di wilayah Pesisir Timur Provinsi Jambi diprediksi masih akan terus berlangsung hingga Februari 2021.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala BPBD Tanjabbar, Zulfikri, saat di konfirmasi, Senin (11/1/2021).

Ia menyebutkan bahwa hingga Februari potensi gelombang tinggi masih terjadi. Hal ini juga diimbangi dengan curah hujan yang masih sering terjadi dan disertai angin.

Baca juga: UPDATE Harga Sembako di Jambi, Harga Cabai Merah Mulai Turun, Cabai Rawit Malah Naik

Baca juga: Habib Rizieq Makin Sengsara, Kini Jadi Tersangka Kasus Tes Swab, Pengacara: Sudah Dibidik!

Baca juga: Pramugari Sriwijaya Air SJ 182 Mia Trestiyani Wadu, Minta Kamarnya Dibersihkan Mau Pulang Liburan

Ia menyebut bahwa gelombang tinggi berpotensi terjadi dengan ketinggian 1 sampai 2,5 meter.

"Saat ini masih ancaman tinggi gelombang patut di waspadai, peluang hujan sampai februari masih berpotensi dari sedang sampai lebat,"sebutnya, Selasa (12/1/2021).

"Untuk peluang tinggi gelombang ini ya sepanjang nelayan beraktivitas di pesisir timur ini tinggi gelombang harus di waspadai antata satu sampai dua setengah meter. Jadi nelayan memang harus waspada,"katanya.

Lebih lanjut disampaikan oleh Zulfikri bahwa nelayan diminta untuk melengkapi alat pelindung diri sebagai antisipasi jika nantinya terjadi suatu hal selama melaut.
Karena menurut Zulfikri selama ini nelayan kurang memperhatikan kelengkapan safety untuk melindungi diri.

"Kita minta jangan abai lagi, selama ini rata-rata nelayan kita kurang safety, dia modal yakin saja karena sudah biasa, jarang lengkapi komponen-komponen pelindung, jadi kita himbau lengkapi itu, untuk kebutuhan melindungi diri sendiri juga,"imbau Zulfikri.

Sementara itu, dalam kesempatan ini Zulfikri juga meminta kepada masyarakat untuk waspada terhadap longsor dan banjir. Meskipun disebutkan oleh Zulfikri, banjir yang terjadi tidak terlalu lama.

"Juga untuk daerah-daerah bantaran sungai pengabuan, waspada peluang banjir dan longsor. Walaupun banjir yang terjadi tidak lama, tapi tetap kita minta jangan sampai ada korban, terutama anak-anak juga kita minta orang tua untuk berhati-hati," pungkasnya.

Informasi yang tribunjambi.com terima setidaknya di tahun lalu ada dua orang nelayan yang dinyatakan hilang dan ditemukan meninggal dunia saat melaut. Sementara itu, di awal Januari ini, seorang nelayan juga ditemukan meninggal dunia saat melaut.

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved