Jumat, 1 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Jokowi Ngomong Soal Lockdown, Kasus Covid-19 di Indonesia Makin Menggila: Hati-Hati Ini!

Mula-mula, Jokowi meminta semua pihak untuk bekerja keras dan mati-matian dalam mengurangi dan menghentikan dampak pandemi.

Tayang:
Editor: Tommy Kurniawan
Capture YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) 

TRIBUNJAMBI.COM - Kasus Covid-19 di Indonesia kini makin mengkhawatirkan. Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) singgung soal lockdown dibeberapa negara, bakal diterapkan di Indonesia?

Sebelumnya, bedasarkan data pemerintah, selama 24 jam terakhir terkonfirmasi 8.854 kasus positif Covid-19 di Indonesia.

Angka tersebut menjadi penambahan kasus harian tertinggi.

Sebelumnya pada 3 Desember 2020, rekor harian mencapai 8.369 kasus. Dengan demikian, hingga Rabu, tercatat ada 788.402 kasus Covid-19 di Tanah Air.

Berdasarkan data, positivity rate atau tingkat penularan Covid-19 yaitu sebesar 15,4 persen.

Dengan jumlah itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyinggung soal kemungkinan Indonesia lockdown sebagai akibat dari pandemi Covid-19 yang belum kunjung membaik.

Baca juga: Penyelidikan Komnas HAM: Polisi Ambil dan Hapus Rekaman Saksi Bentrok di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek

Baca juga: Refly Harun Sebut Komnas HAM Mulai Masuk Angin, Hasil Investigasi Kasus Laskar FPI Kejutkan Publik

Baca juga: Tutorial Klaim Token Listrik Gratis Januari 2021 Via Aplikasi PLN, Website stimulus.pln.co.id/, WA

Hal itu disampaikannya saat berbicara dalam rapat terbatas bersama menteri dan gubernur yang disiarkan dalan live Instagram Sekretariat Presiden, Rabu (6/1/2021).

Mula-mula, Jokowi meminta semua pihak untuk bekerja keras dan mati-matian dalam mengurangi dan menghentikan dampak pandemi.

Setelah itu, dia menyinggung perihal survei terakhir yang dilakukan pemerintah.

Survei menunjukkan, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan semakin menurun.

"Kaitannya memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan itu turun. Sebab itu saya minta Komite dan Satgas agar ini diberikan tekanan lagi kepada komunikasi publik yang baik lewat televisi," ujar Jokowi.

Jokowi meminta ada pernyataan pengingat dan penegasan bahwa pelaksanaan 3M itu sangat penting dan harus terus dilakukan.

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (ANTARA FOTO Via Tribun Timur)

Adapun Jokowi mengingatkan pula agar disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M itu jangan sampai berkurang.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun mengingatkan saat ini sejumlah kota di mancanegara kembali meneraplan lockdown.

"Dua hari lalu London lockdown, Tokyo juga sama. Bangkok yang dekat kita juga lockdown. Terakhir, kemarin bukan hanya London saja tapi Inggris juga (lockdown)," ungkap Jokowi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved