Kamis, 23 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Allah adalah Kasih

Bacaan ayat: Hosea 3:1 (TB) - Berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga me

Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi renungan harian 

Allah adalah Kasih

Bacaan ayat: Hosea 3:1 (TB) - Berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis."

Oleh Pdt Feri Nugroho

Pdt Feri Nugroho
Pdt Feri Nugroho (Instagram @ferinugroho77)

Semua orang pasti akan setuju ketika dinyatakan kepadanya bahwa Tuhan itu Mahakasih.

Kehidupan yang dialami setiap orang menjadi bukti yang tidak bisa disangkal bahwa Tuhan itu memang kasih adanya.

Pemeliharaan-Nya atas alam semesta semakin memperkuat persetujuan bahwa Tuhan sangat mengasihi ciptaan-Nya.

Ketika kasih Tuhan dipersempit dalam relasi personal, mendadak ditemukan fakta yang berbeda-beda.

Cara berfikir seseorang tentang kasih Tuhan dipengaruhi oleh pengalaman iman yang dialaminya setiap hari. 

Secara umum ada beberapa model kasih Tuhan yang ditemukan dan dianut banyak orang.

Tuhan itu kasih dalam bentuk menciptakan segala sesuatu. Dia berkarya dalam pemeliharaan secara universal.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Pembaharuan Pikir Tanda Menerima Jaminan Keselamatan dalam Yesus Kristus

Segala sesuatu dijaga-Nya demi keberlangsungan kehidupan. Ketika ditemukan kejahatan, maka itu tidak termasuk dalam tindakan-Nya.

Tuhan yang kasih tidak mungkin melakukan kejahatan.

Kejahatan berasal dari manusia yang mempunyai keinginan.

Manusialah yang bertanggung jawab terhadap kejahatan yang terjadi.

Untuk itu keinginan harus dikendalikan, bahkan ditiadakan jika memang diperlukan agar tidak terjadi kejahatan.

Yang lain menyatakan, Tuhan itu kasih asalkan manusia menyembah Dia.

Tuhan telah menciptakan dan memelihara segalanya, termasuk manusia didalamnya. Dia akan mengasihi ciptaan-Nya jika ciptaan-Nya tersebut hidup benar sesuai dengan kehendak dan keinginan-Nya.

Manusia sebagai ciptaan mulia, harus hidup beribadah, melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Jika manusia tidak berlaku demikian maka Tuhan mengancam akan menghukum.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Hidup Kekal yang Dijanjikan dalam Yesus Kristus

Sebuah perintah yang sungsang (terbalik), justru dialami oleh Hosea.

Allah menyatakan kehendak-Nya dengan memberi perintah kepada Hosea untuk mencintai perempuan yang suka bersundal dan berzinah.

Dalam sejarah manusia, tindakan bersundal dan berzinah menjadi tindakan yang sangat dilarang.

Pelakunya dianggap sebagai sampah masyarakat dan tidak mendapat tempat dalam tatanan sosial, selain posisi yang diabaikan.

Ironisnya, fakta tersebut tidak membuat pelaku sundal dan zinah menghentikan perbuatannya dengan berbagai alasan.

Berbagai tindakan hukum legal dilakukan untuk memberantas, namun selama penikmat masih ada, maka sundal dan zinah akan tetap ada.

Bagaimana mungkin Allah meminta Hosea sebagai nabi-Nya justru diperintahkan untuk mencintai perempuan sundal dan pezinah?

Sekilas, sangat tidak masuk akal.

Bukankah Allah tidak menyetujui persundalan dan perzinahan, bahkan menghukum para pelakunya dengan dilempari batu sampai mati?

Allah memang melampaui cara berfikir manusia. Tindakan-Nya selalu diatas akal manusia.

Dia tidak sedang melegalkan persundalan dan perzinahan, melainkan sedang mendemonstrasikan kasih tidak bersyarat yang paling agung keberadaannya.

Bahwa Allah tetap mengasihi umat-Nya, meskipun umat-Nya telah menyeleweng, bertindak khianat dan hidup dalam ketidaksetiaan dengan menyembah ilah-ilah lain yang bukan Allah.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Menyembah Allah yang Memperkenalkan Diri Menjadi Manusia dalam Yesus

Umat yang tidak setia, tidak ditinggalkan-Nya. Umat yang memberontak, tidak diabaikan-Nya. Umat yang telah menduakan-Nya, tidak dibinasakan-Nya.

Allah tetap mengasihi.

Dari perjumpaan Hosea tentang Allah, kita mendapatkan pengenalan yang ajaib tentang Allah. Dia Pencipta segalanya.

Dia memelihara ciptaan-Nya. Bahkan terus bertindak dalam sejarah untuk memperlihatkan kasih-Nya.

Manusia yang telah tidak taat dan memberontak, tetap dikasihi-Nya. Kesabaran-Nya tiada batas meskipun keadilan-Nya nyata dalam setiap hukum yang diberlakukan-Nya.

Allah bertindak merancang penyelamatan manusia yang berdosa. Dia memanggil Abraham, Ishak dan Yakub sebagai cikal bakal Bangsa Israel.

Allah bertindak membebaskan Israel dari perbudakan di Mesir. Menuntun mereka menuju ke tanah perjanjian, yaitu Kanaan.

Berulang kali mereka memberontak namun berulang kali pula Allah berkenan tetap mengasihi dengan mengampuni.

Bahkan berkenan memberikan sepuluh hukum sebagai pedoman hidup: itu dilakukan karena Allah telah bertindak mengasihi dengan mengingatkan umat bahwa Allah yang telah membebaskan mereka dari perbudakan Bangsa Mesir.

Tindakan Allah yang terus mengasihi umat, bukan berarti Allah lupa dengan keadilan-Nya. Justru kasih dan keadilan Allah menjadi dua sisi dari satu mata uang yang selalu terkait. Hukum tetap diberlakukan, namun kasih tetap ditebarkan.

Dan itu berlaku di sepanjang sejarah kehidupan manusia, sampai saat ini.

Mengenal Allah yang mempunyai kasih yang sedemikian besar, sudah seharusnya kita hidup dalam ketaatan.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Tuhan Pencipta Semesta, Engkau yang Mahamulia

Hidup beribadah dan ketaatan kepada hukum yang berlaku, dilakukan bukan sebagai beban atau takut kepada ancaman hukuman. Ketaatan dilakukan sebagai tanda ucapan syukur.

Bersyukur, karena Allah telah mengasihi. Kita ini para perempuan sundal dan pezinah yang telah berlaku tidak setia dan merusak kehidupan; namun Allah masih sangat mencintai kita.

Melihat kasih yang sedemikian besar, maka baiklah kita meninggalkan persundalan dan perzinahan yang pernah kita lakukan untuk hidup dalam kesetiaan kepada Allah.

Percaya dan mempercayakan kehidupan kepada Allah. Tinggalkan kehidupan lama dan jadilah manusia baru yang hidup dalam rasa syukur dengan taat pada kehendak-Nya. Amin

Renungan oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Siloam Palembang

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved