Breaking News:

Berita Batanghari

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Batanghari Meningkat Sepanjang 2020, Didominasi Kecamatan Ini

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Batanghari sepanjang 2020 menunjukkan peningkatan dibanding 2019

Tribunjambi/musawira
Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, Najmi Ulyati 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Musawira

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Batanghari sepanjang 2020 menunjukkan peningkatan dibanding 2019.

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Batanghari melalui Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, Najmi Ulyati mengatakan, sepanjang 2020 ini pihaknya mencatat ada 36 laporan kasus kekerasan. Sedangkan pada 2019 tercatat hanya 27 kasus.

“Dari 36 itu, 31 kasus kekerasan terhadap anak dan lima kasus terhadap perempuan,” kata Najmi Ulyati, Kamis (8/1/2021) kepada Tribunjambi.com di ruang kerjanya.

Baca juga: Daftar Harga Samsung Hari Ini 8 Januari 2021, Lengkap Bocoran Spesifikasi Galaxy S21 Terbaru

Baca juga: Spoiler One Piece Chapter 1001 Ada 3 Prediksi, Pertarungan Kaido Pakai Red Rock

Baca juga: Politikus PSI Setuju Fadli Zon Dijerat UU ITE Konten Asusila, Singgung Sosok Penyebar Video Gisel

Ada delapan kecamatan di Batanghari diantaranya Kecamatan Muara Bulian yang mendominasi kasus kekerasan.

Dia merinci ada dua kasus di Kecamatan Maro Sebo Ilir, dua kasus Maro Sebo Ulu, tujuh kasus di Muara Tembesi, satu di Bajubang, lima di Pemayung, 18 kasus di Muara Bulian dan Kecamatan Mersam tidak ada kasus.

“Kasus-kasus ini didominasi pada semester I tahun 2020,” ujarnya.

 Najmi menambahkan kasus kekerasan tersebut selama 2020 sudah terselesaikan seperti kasus KDRT, mereka kembali rukun setelah dilakukan mediasi antar keluarga.

Baca juga: Inflasi Provinsi Jambi 2020 Terjaga Dalam Sasaran Inflasi Nasional

Baca juga: Cara Daftar hingga Cek Penerima Dana Bantuan Sampai Rp 1 Juta dari Kemendikbud untuk SD hingga SMA

Baca juga: Cara Mengobati Amandel di Rumah - Berkumur Air Garam, Minum Air Dingin

“Upaya kita tetap memberikan sosialisai, melakukan pembinaan kepada masyarakat dan melibatkan kader di desa-desa, sekaligus sudah membentuk PKDRT,” ungkapnya.

Memasuki 2021, pihaknya berharap agar kasus dari tahun ke tahun itu menurun.

“Harapan saya agar masyarakat lebih mengawasi anak-anaknya karena kekerasan ini kebanyakan dari orang terdekat yang dikenalinya,” pungkasnya.

Penulis: A Musawira
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved