Jumat, 1 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kisah Pertemuan Jack Ma dengan Presiden Jokowi hingga Bantu Tingkatkan SDM E-Commerce indonesia

Kisah Pertemuan Jack Ma dengan Presiden Jokowi hingga Bantu Tingkatkan SDM E-Commerce indonesia

Tayang:
Editor: Heri Prihartono
Agus Suparto/Fotografer Kepresidenan
Presiden Joko Widodo hari ini, Sabtu (1/9/2018) melangsungkan pertemuannya dengan kelompok bisnis Alibaba Group bersama pendirinya, Jack Ma di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat 

Pada awal pertemuan, Presiden mengapresiasi Jack Ma yang akan hadir dalam upacara penutupan Asian Games 2018.

Baca juga: Kekayaan Rp854 Triliun, Jack Ma Mendadak Menghilang Bak Ditelan Bumi Setelah Kritik Pemerintah China

Kepala Negara pun sempat berkelakar tentang aksinya dengan sepeda motor saat upacara pembukaan Asian Games 2018.

"Saya berharap dapat melihat penampilan Anda pada upacara penutupan karena seperti yang Anda tahu, saya harus melompat dari sepeda motor untuk melakukan bagian saya dalam upacara (pembukaan) Asian Games," kata Presiden dikutip dari siaran pers resmi Istana.

Asian Games berikutnya, yakni tahun 2022, akan diselenggarakan di kota Hangzhou, China. Kota tersebut merupakan lokasi kantor pusat Alibaba.

Presiden Joko Widodo bertemu pendiri sekaligus Executive Chairman Alibaba Group Jack Ma, di Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (1/9/2018)
Biro Pers Setpres
Presiden Joko Widodo bertemu pendiri sekaligus Executive Chairman Alibaba Group Jack Ma, di Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (1/9/2018)

Dalam pertemuan tersebut, Presiden yang didampingi sejumlah pejabat bersama Jack Ma membahas sejumlah hal.

Salah satunya berkaitan dengan peta jalan e-commerce Indonesia yang sudah diumumkan sejak awal 2016.

"Ada beberapa tadi yang mengemuka dalam pembahasan tersebut, yaitu yang pertama adalah masalah talent, sumber daya manusia," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Rudiantara mengatakan, dalam pertemuan tersebut juga muncul ide untuk mendirikan Jack Ma Institute guna pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Selain untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri, juga untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pemasok SDM bagi negara-negara di kawasan.

"Talent ini menjadi isu nomor satu di dunia. Saking cepatnya pertumbuhan ekonomi digital ini, sumber daya manusianya yang belum bisa mengejar," lanjut Rudiantara.

Selain membahas tentang sumber daya manusia, dalam pertemuan itu juga dibahas mengenai pemanfaatan platform yang ada untuk meningkatkan ekspor Indonesia, khususnya ke China.

Rudiantara menuturkan, hal tersebut akan ditindaklanjuti besok siang saat Jack Ma bertemu dengan sejumlah menteri.

Peta jalan e-commerce Indonesia sendiri memuat tujuh poin mengenai upaya pengembangan ekonomi digital.

Selain sumber daya manusia atau talent, juga terdapat logistik, pendanaan, perlindungan konsumen, infrastruktur komunikasi, pajak, pendidikan, dan keamanan siber.

"Kemudian logistik, kita sedang mentransformasi PT Pos Indonesia dari orientasinya pos menjadi perusahaan logistik," ujar Rudiantara.

Sumber: Grid.ID
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved