Dinas Sosial DKI Jakarta Curiga Gaya Blusukan Mensos Risma Membuat Tunawisma Di Jakarta Meningkat
Dinas Sosial DKI Jakarta mencurigai mantan Walikota Surabaya itu melakukan blusukanlah yang menjadi penyebab bertambahnya jumlah gelandangan di ibu ko
TRIBUNJAMBI.COM - Jumlah gelandagan di ibu kota negara itu semakin meningkat sejak Tri Rismaharini dilantik menjadi Menteri Sosial RI oleh Presiden Joko Wododo
Dinas Sosial DKI Jakarta mencurigai mantan Walikota Surabaya itu melakukan blusukanlah yang menjadi penyebab bertambahnya jumlah gelandangan di ibu kota
Penyandang tunawisma di Jakarta, diduga melonjak karena tergiur janji manis Menteri Sosial Tri Rismaharini.
Seperti diketahui, sejak jadi Wali Kota Surabaya pun Risma memang dikenal kerap blusukan ke tempat-tempat tertentu di daerah yang dipimpinnya.
Baca juga: ASN Pemkab Batanghari Telah Terima Gaji, Kepala Bakeuda Sebut Sudah Dibayar Sejak Selasa
Baca juga: Cinta - Ramalan Zodiak Besok Kamis, Taurus Tak Perlu Ragu dengan Pasangan
Baca juga: Banyak Pejabat Eselon II Kosong di Sarolangun, Lelang Batal Dilakukan Akhir Tahun 2020 Lalu
Namun agaknya gaya blusukan Risma di Jakarta menuai berbagai kritik.
Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat Ngapuli Parangin-angin menyebut tunawisma makin marak ditemukan setelah Risma beberapa kali melakukan blusukan di jalanan ibu kota.
Ia pun curiga para gelandangan itu bermunculan karena janji manis yang disampaikan Risma saat blusukan.
"Karena beberapa kali Bu Mensos menginfokan dan akan menjanjikan kepada masyarakat marjinal akan diberikan pekerjaan, diberikan rumah."
"Dan ini agak curiga apakah informasi seperti itu orang yang dari luar Jakarta pada datang ke Jakarta," kata Ngapuli saat dihubungi, Rabu (6/1/2021).
Ngapuli pun mengaku sudah berkordinasi dengan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Pusat untuk menjaring para tunawisma di wilayahnya.
"Semalam kami bersama Satpol PP menjaring 29 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan semua ditaruh di GOR Tanah Abang," ucapnya.
Menurut dia, seluruh gelandangan yang sudah terjaring itu akan didata dan menjalani asesment oleh psikolog.
Dari hasil asesment itu bisa diketahui motif mereka menggelandang di jalanan ibu kota.
"Nanti hasil assesmennya tim Psikolog pasti kebaca, kenapa mereka dan ada apa," ujarnya.
Ngapuli pun memastikan pihaknya akan melakukan pembinaan jika mereka memang benar gelandangan yang tak mempunyai tempat tinggal.