Breaking News:

Berita Otomotif

Begini Bedaanya Cara Merawat Motor Balap dan Motor Harian

Terlebih, motor yang masuk ke kategori sport itu perlu perhatian khusus, terlebih bila penggunaannya tidak terlalu sering.

Tribunjambi.com/Yon Rinaldi
Mekanik AHM sedang melakukan perawatan Motor Balap 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Perawatan sepeda motor balap, tidak bisa disamakan ditelnya seperti cara merawat motor biasa.

Terlebih, motor yang masuk ke kategori sport itu perlu perhatian khusus, terlebih bila penggunaannya tidak terlalu sering.
 

Buat pecinta motor sport, berikut Tribunjambi.com berikan tips dan trik merawat motor kesayanganmu yang langsung dijabarkan oleh pakarnya.

Dia adalah, I Made Yoga Widnyana, Chief Mechanic Astra Honda Racing Team (AHRT).

Baca juga: Gaji PNS di Tanjabbar Sudah Cair Semua

Baca juga: Info Lengkap CPNS Tahun 2021, dari Jadwal Hingga Formasi Jabatan

Baca juga: Tekwan Model Goreng dan Tekwan Mercon Jadi Andalan UMKM Kuliner di Kota Jambi Ini

Menurut Yoga, perawatan motor harian dan motor balap ada memiliki kesamaan namun juga perbedaan pula.

Sebelum beranjak ke perawatan, pemilik motor balap disampaikan Yoga wajib mengetahui perbedaan mendasar, yaitu beban dan rentang kerja.

Mekanik AHM sedang melakukan perawatan Motor Balap
Mekanik AHM sedang melakukan perawatan Motor Balap (Tribunjambi.com/Yon Rinaldi)

 
”Semua motor balap, bahkan yang dikembangkan dari motor produksi massal, harus menanggung beban kerja jauh lebih tinggi ketimbang motor harian. Beban kerja ini sangat mempengaruhi usia pakai berbagai suku cadang. Ini yang wajib diketahui sebagai dasar melakukan perawatan,” Ujar Yoga melaluti pesan rilis yang di terima Tribunjambi.com Rabu, ( 6/1/2021).

Sebagai gambaran, di AHRT, usia pakai rantai motor balap Honda CBR250RR di ajang ARRC kelas AP250 sekitar 650 km. Oleh karena itu, tim dan mekanik balap yang baik selalu akan mencatat usia pakai semua parts (dalam km) penting seperti rantai motor, mesin, oli mesin, dan lain sebagainya.

Lalu, ada rentang kerja. Motor balap dituntut selalu memberikan performa terbaik di lintasan, maka rentang kerja dari tiap parts yang bisa diatur menjadi sangat sempit karena disesuaikan dengan kebutuhan motor balap yang spesifik.

Baca juga: Kedai Tekwan Mercon, UMKM di Talang Bakung ini Hadirkan Kuliner Murah Dengan Rasa yang Joss

Baca juga: Betah Mandi Berlamaan, Wisata Sungai Napal Muarojambi Ramai Dikunjungi di Akhir Pekan

Baca juga: 11-25 Januari 2021 Pembatasan Kegiatan di Jawa-Bali, Ini 8 Poin Kebijakannya

Contoh, temperatur optimal mesin adalah antara 70-85 derajat celcius. Jika terlalu dingin performa mesin jadi tak optimal. Sebaliknya, jika terlalu panas akan berisiko terjadi kerusakan terhadap mesin.

Halaman
123
Penulis: M Yon Rinaldi
Editor: Andreas Eko Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved