Breaking News:

Kearifan Lokal ‘Sukom’ di Merangin, Semalam Riza Berhasil Bawa 70 Kilogram Ikan

‘SUKOM’, sebagian orang mungkin tak asing dengan nama ini, dan mungkin pula sebagian juga ada yang baru pertama kali mendengar nama ini.

ist
Sukom, alat penangkap ikan tradisional masyarakat di Merangin. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - ‘SUKOM’, sebagian orang mungkin tak asing dengan nama ini, dan mungkin pula sebagian juga ada yang baru pertama kali mendengar nama ini.

Sukom merupakan alat penangkap ikan yang terbuat dari bambu dan kayu. Benda ini terpasang di tengah derasnya air yang mengalir untuk menjebak ikan.

Berdiri kokoh di tengah sungai, benda ini mampu menjebak ikan yang hanyut. Ketika ikan masuk ke dalam itu, tidak dimungkinkan lagi bisa keluar, sebab ikan-ikan tersebut tidak mampu menentang derasnya air.

Meski di Merangin terdapat banyak sungai, namun tidak semuanya bisa dipasang sukom. Arus yang cocok untuk pemasangan sukom tidak terlalu deras dan tidak terlalu kecil.

Di Merangin, sukom bisa ditemui di beberapa daerah, seperti di Kecamatan Siau, Renah Pembarap, Simpang Parit dan beberapa wilayah lainnya.

Menurut keterangan warga, sukom ini sudah ada sejak nenek moyang mereka terdahulu. Sukom ini selalu eksis untuk menangkap ikan.

"Ini (sukom,red) sudah dari nenek moyang dulu sudah ada. Kita hanya meneruskan lagi," kata Riza, warga Pasar Siau.

Untuk membuat sukom, butuh usaha yang keras dan membutuhkan modal yang tak sedikit.

"Yang paling sulit itu nyari bahannyo. Bambu, kayu, rotan. Kalau yang lain seperti paku, kawat biso di beli dipasar. Estimasinya sekitar Rp 1,7 jutalah untuk satu sukom," imbuhnya.

Riza menyebut jika dirinya sudah lama menekuni sukom ini. Dalam satu sukom bisa menghasilkan uang hingga jutaan rupiah, terlebih jika ikan "nganyut" atau sering dikenal dengan ikan "mudik".

Dia pernah dalam satu malam membawa ikan lebih dari 70 Kg. Dan ikan-ikan tersebut dijual kepada masyarakat sekitar dan pasar terdekat.

Ikan yang masuk sukom itu beragam, seperti semah, baung, dalum, patin dan ikan-ikan sungai lainnya.

"Ikan apo be yang masuk tu dak biso keluar lagi. Jadi berbagai jenis ikan yang terjebak disitu," imbuhnya.

Penulis: Muzakkir
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved