Cara Membuat Resolusi Sederhana untuk 2021, Bisa Mulai dengan Olahraga yang Disukai

10 rekomendasi resolusi untuk 2021 yang bisa menjadi pilihan. Misalnya saja resolusi untuk pola hidup lebih sehat di tahun yang baru.

Editor: Nurlailis
ist
10 rekomendasi resolusi untuk 2021 yang bisa menjadi pilihan. 

TRIBUNJAMBI.COM - Tahun 2021 sudah di depan mata. Bagaimapun kita menghadapi 2020, kita tetap bertahan hingga akhir.

Ada banyak rencana atau resolusi 2020 yang berantakan karena pandemi.

Tapi sebenarnya, ada atau tidaknya pandemi, belum tentu semua resolusi dapat terlaksana di tahun yang baru.

Baca juga: Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Baru 2021 di Tengah Pandemi, Serta Kata Bijak Untuk Tahun Baru

Baca juga: Inspirasi Ucapan Selamat Tahun Baru 2021 Lengkap dengan Download Gambar, Cocok untuk Status WA FB

Misalnya saja resolusi untuk pola hidup lebih sehat di tahun yang baru. Beberapa mungkin berhasil melakukannya sepanjang tahun.

Namun ada juga yang hanya mampu melakukannya di dua bulan pertama lalu bulan berikutnya kembali ke pola hidup lama.

Tidak ada salahnya tetap menyusun resolusi untuk 2021. Sejumlah ahli menyarankan untuk memilih resolusi yang mungkin untuk dilakukan dan benar-benar berdampak dalam kehidupan.

Berikut 10 rekomendasi resolusi untuk 2021 yang bisa menjadi pilihan.

1. Melakukan olahraga yang hanya disukai

Rajin olahraga menjadi salah satu resolusi yang paling sering digaungkan banyak orang. Tapi biasanya resolusi ini hanya dilakukan di awal tahun.

Elisha Contner Wilkins dari Veritas Collaborative mengatakan, daripada berfokus melakukan olahraga dengan pergi ke gym atau membeli alat tertentu, lebih baik pilih latihan yang disukai.

Menurutnya, yang terpenting adalah melakukan latihan yang mendatangkan perasaan gembira dan menyenangkan.

ILUSTRASI berolahraga sambil pakai masker.
ILUSTRASI berolahraga sambil pakai masker. (thelist.com)

2. Sembunyikan penampilan virtual

Pandemi Covid-19 membuat banyak pertemuan dilakukan secara virtual. Bagi beberapa orang, hal ini terasa 'menyiksa', terlebih jika dirinya harus menampilkan wajah atau membuka video.

Melihat diri sendiri sepanjang pertemuan viral terkadang menimbulkan perasaan ada yang kurang dalam penampilannya.

Menurut profesor psikologi di California University, Jessica Borelli, tidak ada salahnya menyembunyikan video.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved