Janda Muda Bertarif Rp 1,2 Juta Sekali Kencan, Kadang Rela Tak Dibayar Asal Dapat Satu Hal Ini
Setelah bercerai beberapa tahun lalu, Rembulan memilih menjadi pelayan nafsu laki-laki hidung belang. Tarifnya pun cukup tinggi, Rp 1,2 juta sekali
TRIBUNJAMBI.COM - Di bawah temaram dan suasana kafe yang tenang, wanita muda inipun mulai membagi kisah hidupnya.
Sebagai orangtua tunggal bagi satu orang anaknya, dia harus bekerja mencari nafkah seorang diri.
Namun, pilihan hidupnya cukup berat.

Setelah bercerai beberapa tahun lalu, Rembulan memilih menjadi pelayan nafsu laki-laki hidung belang.
Tarifnya pun cukup tinggi, Rp 1,2 juta sekali kencan.
Rembulan sama seperti wanita muda lainnya.
Dia seorang ibu rumah tangga yang memilih jadi wanita panggilan di Kota Pangkalpinang, Babel.
Baca juga: Sikap Tegas PKS Tetap Jadi Oposisi Pemerintah, Ahmad Syaikhu: Bukan Sekedar Oposisi Asal Beda Ya
Baca juga: Harga Tali Gantungan Masker Nagita Slavina Bikin Melongo, Netizen: Bisa Dapet Kemeja dan Celana!
Selama tujuh tahun ini, wanita cantik berkulit putih menekuni dunia hitam tersebut.
"Sejak saya janda kurang lebih sembilan tahun, menjadi pekerja seks (PS). Saya menikah umur 17 tahun, lalu cerai umur 23 tahun," kata Rembulan, beberap waktu lalu seperti dikutip bangkapos.com
Rembulan mengaku rela tak dibayar untuk berhubungan badan, asal dia merasa nyaman dengan pasangannya.
Penampilan Rembulan layaknya wanita muda lainnya, sopan dan anggun.
Tak sama sekali menunjukkan dia sebagai wanita panggilan.
Sejak menjadi pemandu lagu beberapa tahun lalu, Rembulan sudah melakoni pekerjaan tersebut.
Meski dia tahu, pekerjaannya rentang terjangkit virus HIV/AIDS dan bisa saja terjadi padanya.
"Berhubungan seks berisiko itu terbagi menjadi dua, langsung dan tidak langsung. Langsung itu seperti main di lokalisasi, kalau tidak langsung itu seperti cabe-cabean yang menjajakan dirinya dengan cara gratis. Saya boleh dikatakan langsung," ujarnya.