Campus Blitz
Unja dan UI Kerjasama Untuk Menyelamatkan Lahan Gambut di Provinsi Jambi
Universitas Indonesia bekerjasama dengan Universitas Jambi, mengerjakan program Pengabdian Masyarakat (Pegmas)
Penulis: Ade Setyawati | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Universitas Indonesia bekerjasama dengan Universitas Jambi, mengerjakan program Pengabdian Masyarakat (Pegmas), dalam penanggulangan tanah gambut.
Program Pegmas dilaksanakan juga turut dihadiri seluruh aparat pemerintahan desa, Ketua dan Sekretaris BPD, ketua PKK dan anggota penggerak PKK, l, Ketua UMKM, karang taruna dan anggotanya, ketua Rt 01, 02, 03, 09, LPM, serta warga Desa Parit dan seluruh peserta yang hadir.
Program Pengabdian masyarakat (Pegmas) di laksanakan di desa Parit, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.
Kegaitan Pengabdian Masyarakat ( Pegmas) ini, diikuti mulai dari mahasiswa, dosen dan para praktisi, diadakan sejak bulan April hingga bulan Desember 2020.
Program ini diikuti 30 orang peserta, bertujuan untuk memberikan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan kepada peserta di Desa Pari tentang mitigasi dan tanggap darurat pemadaman api kebakaran lahan gambut.
Menurut laporan, tanah gambut di Provinsi Jambi masih memprihatinkan, selain itu juga tanah gambut dapat memicu kebakaran, karena hal tersebut program ini sangat diperlukan, untuk menanggulangi hal tersebut.
“Berdasarkan laporan tahunan Badan Restorasi Gambut Nasional tahun 2016 kondisi lahan gambut di kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi masih memprihatinkan, dengan dibukanya drainase untuk keperluan pertanian dan perkebunan."
"Kondisi ini mengakibatkan permukaan air tanah mengalami penurunan yang berdampak pada keringnya lahan gambut di musim kemarau sehingga memicu kebakaran,” Jelas Agus Brotosusilo selaku pengusul pengmas UI.
Baca juga: Berteman Lama dengan Luna Maya, Ayu Dewi Ngaku Tak Bisa Bantu Untuk Masalah Ini
Baca juga: Mbak You Sebut Tahun 2021 Tanah Air Semakin Krisis : Orang Berfikir Secara Instan Mendapatkan Rejeki
Baca juga: VIDEO Kronologi Kisah Asmara Guru Wanita di Tenggarong Menikahi Muridnya Sendiri
Program yang dijalankan Universitas Indonesia dan Universitas Jambi ini di biayai dan didukung oleh Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan (DPPM), para praktisi juga berkeyakinan bahwa masyarakat perlu mendapatkan sosialisasi, pendampingan, dan pelatihan agar memiliki pengetahuan dan pemahaman yang lebih dalam upaya restorasi gambut berkelanjutan.
"Program ini dilakukan untuk menyatukan visi dan misi serta mensepakati aturan-aturan yang perlu ditentukan agar berlangsung secara berkelanjutan termasuk membentuk pejuang atau laskar gambut yang terdiri dari beberapa orang wakil masyarakat yang memperoleh pengetahuan lebih dan akan menjadi penggerak di daerahnya," tambahnya.
Selain itu, dalam program ini sangat dioerluka melibatkan organisasi lokal untuk menjaga program berlanjut terus.
Selain itu juga pemerintah belum memberikan ruang yang luas bagi partisipasi masyarakat dalam mengembangkan kreativitas maupun pengambilan keputusan.
Program yang diadakan di desa Parit, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19 dengan ketat.
(Tribunjambi/ade setyawati)