Korea Utara Mengerikan, Pasien Covid-19 Dibiarkan Mati Kelaparan, Terbongkar Ini Tujuan Kim Jong Un

Korea Utara dalam situasi tertekan akibat kasus Covid-19 yang tak kunjung mereda. Bahkan ada isu pasien Covid-19 dibiarkan mati kelaparan.

Editor: Teguh Suprayitno
AFP/KCNA VIA KNS/STR
Kim Jong Un--Kabar pasien covid-19 di Korea Utara dibiarkan mati kelaparan mencuat. 

Korea Utara Mengerikan, Pasien Covid-19 Dibiarkan Mati Kelaparan, Terbongkar Ini Tujuan Kim Jong Un

TRIBUNJAMBI.COM - Korea Utara dalam situasi tertekan akibat kasus Covid-19 yang tak kunjung mereda. 

Bahkan isu pasien Covid-19 atau virus corona di Korea Utara dibiarkan mati kelaparan di tempat karantina mencuat ke publik.

Seorang aktivis, membongkar kebijakan keji dari pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un.

Lebih lanjut laporan yang menunjukkan orang dengan gejala virus 'ditampung di rumah mereka tanpa makanan'

dan disebutkan bahwa pihak berwenang telah membakar banyak mayat korban Covid-19.

Baca juga: Klaim Vaksin Covid-19 dari Tembakau Lebih Efektif, Ternyata Perusahaan Rokok Ini Ada di Baliknya

Baca juga: China Marah Amerika Selalu Ikut Campur, Tiongkok Nekat Lakukan Hal Berbahaya Ini, Akhirnya Ketahuan

Baca juga: Taiwan Mendadak Kerahkan Militer Besar-besaran, Marah Pulau yang Dijaga 70 Tahun Ini Direbut China

Tim Peters, adalah seorang aktivis yang menjalankan badan amal Helping Hands Korea yang berbasis di Seoul, Korea Selatan,

Ia mengatakan sumber di Korea Utara mengklaim 'kamp karantina' virus corona telah didirikan.

Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020).
Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). (AFP/STR/CHINA OUT)

Berita terkini bersumber dari Dailymail.co.uk yang didapat Warta Kota menyebutkan,

'kamp karantina' dibangun di kota-kota dekat perbatasan Korea Utara-China.

Tapi mereka yang ditahan di kamp sering dibiarkan tanpa perawatan medis dan kelaparan meluas,

kata Tim Peters yang juga relawan kemanusiaan ini.

Dia mengatakan kepada The South China Morning Post:

"Salah satu informasi yang lebih mengkhawatirkan yang datang kepada kami adalah bahwa pemerintah DPRK (Korut) sama sekali tidak menyediakan makanan atau obat-obatan kepada mereka yang dikebumikan di sana."

Baca juga: Kasus FPI Terbongkar, Hasil Uji Balistik Ungkap Senjata Api yang Digunakan Laskar FPI Pengawal HRS

Baca juga: Beraninya Gibran Putra Jokowi, Sebelum Dilantik Jadi Wali Kota Solo Janji Ini Pada Menteri

Baca juga: Tiba-tiba Veronika Tan Muncul di Rumah Anies Baswedan, Orang-orang Kaget Lihat Mantan Ahok, Ada Apa?

Baca juga: Jagoan Megawati Terancam, Sandiaga Uno Benar-benar Masuk Kabinet Jokowi, PDIP Bisa Diganggu di 2024

Terserah keluarga warga yang dikarantina untuk datang ke tepi kamp dan membawa makanan untuk menjaga kerabat yang dikarantina tetap hidup.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved