Berita Kota Jambi

Filosofi Kain Jerumat Jambi, Edyfa: Harapannya Orang Membeli Karya Bukan Kain

Pembuat Kain Jerumat asal Jambi berharap kainnya dinilai bukan hanya sebatas 'kain

Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rahimin
tribunjambi/rara
Edyfa, Desainer Jambi, mempertunjukan dua helai Kain Jerumat karya pertamanya 

Laporan Wartawan TribunJambi, Rara Khushshoh Azzahro

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pembuat Kain Jerumat asal Jambi berharap kainnya dinilai bukan hanya sebatas 'kain'. Setiap yang membeli dan atau memakai kain yang dihasilkan, memaknai Kain Jerumat sebagai karya.

Kain Jerumat karya Edyfa, Desainer Jambi memadukan Kain Sasirangan, teknik Jumputan, Sibori, dan Tay Day yang dijadikan satu.

"Tetapi setiap memproduksi kain, saya buat perseri. Jadi kali ini membuat Seri Dewa, yang sumber inspirasinya dari desain kepala-kepala patung. Seri Earth (bumi), Seri Raja misalkan, untuk Kaftan saya keluarkan Seri Fatimah, kemudian ada juga Seri Hewan Kelabang," tuturnya, baru-baru ini.

Baca juga: Pizza Hut Delivery (PHD) Hari Ini 20 Desember 2020, Promo 4 Pizza Personal Rp 50 Ribu

Baca juga: Bahagia Atas Hubungan Rizky Billar dan Lesty Kejora, Dinda Hauw: Semua Niat Baiknya Dilancarkan Ya

Baca juga: Kronologi Organ Intim Vernita Syabilla Disebut Bau Ikan Asin oleh Warganet Sebut Pernah Tidur Berdua

Baca juga: Kronologi Organ Intim Vernita Syabilla Disebut Bau Ikan Asin oleh Warganet Sebut Pernah Tidur Berdua

Jadi setiap seri ia membuat banyak Kain Jerumat. Lalu ide pewarnaan, diambil dari Kain Pelangi Jambi. Yaitu merah, kuning, dan hijau.

"Tiga warna itu adalah warna dasar. Tetapi kalau untuk pewarnaan, Kain Jerumat mulai dari tiga sampai tujuh warna yang digunakan dalam satu kain," katanya.

Disamping punya standar tiga hingga tujuh campuran warna atau pewarnaan paten, pewarnaan diperbolehkan custom. Pewarnaan custom bertujuan mengikuti keinginan pasar yang memakai kain. 

"Misalnya orang itu hanya mau menonjolkan satu warna saja, bisa. Tapi pastinya dua warna lah ya, karena kalau mau menonjolkan hitam misalnya, warna putih juga diperlukan untuk memeperlihatkan motif," Edy menjelaskan.

Kain Jerumat
Kain Jerumat (tribunjambi/rara)

Edyfa menceritakan, pewarnaan Kain Jerumat menggunakan pewarna yang bagus. Pewarna Naptol, dan Indigosol ia pakai. Alasannya dua jenis pewarnaan tersebut dapat bertahan pada karya kain terbaiknya saat ini.

Kain yang digunakan juga bermacam-macam. Mulai dari Kain Katun, hingga Kain Sutra. Harga juga dibandrol beragam. Saat ini harga mulai Rp 450 ribu hingga sekira Rp 900 ribu.

Baca juga: Dianggap Meresahkan, Puluhan Pebalap Motor Liar di Kota Jambi Diringkus Anggota Reskrim Polresta

Baca juga: Belum Membumi di Daerah Sendiri, Kain Jerumat Asal Jambi Malah Sudah Mulai Dilirik Menteri

Memang kain yang cukup mahal jika dinilai dari harganya. Namun, Edyfa berharap yang membeli bukan sebuah kain melainkan membeli karya.

Harga tergantung tingkat kesulitan dalam membuat. Selain itu, juga diimbangi dengan bahan yang digunakan pada kain.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved