Dunia Terancam Bahaya! Virus Corona di Inggris Bermutasi Ada Jenis Baru, Belanda Panik Lakukan Ini

Kepala Badan Kesehatan Inggris, Chris Whitty, mengungkapkan jenis virus corona baru yang muncul di negara itu dan dapat menyebar lebih cepat.

Editor: Teguh Suprayitno
Via metro.co.uk
Virus corona di Inggris bermutasi dan lebih berbahaya. 

Dunia Terancam Bahaya! Virus Corona di Inggris Bermutasi Ada Jenis Baru, Belanda Panik Lakukan Ini

TRIBUNJAMBI.COM, LONDON – Dunia masih belum terbebas dari ancaman Covid-19 atau virus corona yang menyebar hampir ke seluruh bagian.

Bahkan kondisi Inggris saat ini semakin terancam. Kabar terbaru ditemukan virus corona  jenis baru yang lebih berbahaya menyebar di Inggris

Kepala Badan Kesehatan Inggris, Chris Whitty, mengungkapkan jenis virus corona baru yang muncul di negara itu dan dapat menyebar lebih cepat.

Ia menyerukan kewaspadaan publik yang lebih tinggi untuk mengurangi penularan. Whitty menambahkan, London telah memberi tahu WHO tentang temuan mereka.

Baca juga: Daftar Harga Vaksin Covid-19, Kelompok Ini Dapat Vaksin Covid-19 Gratis, 75 Juta Orang Harus Bayar

Baca juga: GEGER 2 Polisi Terkapar Ditikam Massa Aksi 1812, Ketua PA 212: Kami Yakin 100% Mereka Bukan dari FPI

Baca juga: Identitas Pemuda Penyerang Anak Buah Kapolri Idham Azis Saat Aksi 1812 Terungkap, dari Sini Asalnya

Baca juga: 7 Berita Ini Buat Geger Sepanjang 2020, Kemunculan Keraton Agung Sejagat Sampai Siapa Sosok Bu Tejo

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan perintah tinggal di rumah untuk warga London dan Inggris tenggara. Upaya ini dilakukan untuk memperlambat penyebaran virus.

“Strain baru virus corona tampaknya ditularkan secara lebih mudah secara signifikan," kata Boris Johnson pada taklimat publik yang disiarkan televisi, Sabtu (19/12/2020) malam waktu London.

Dia memerintahkan pembatasan baru untuk London dan Inggris tenggara mulai Minggu. Di bawah aturan baru, penduduk di daerah itu harus tinggal di rumah setidaknya hingga 30 Desember.

Ilustrasi Virus Corona
Ilustrasi Virus Corona (Stocktrek Images/Getty Images)

Menteri Kesehatan Matt Hancock awal pecan lalu mengatakan para ilmuwan telah mengidentifikasi "varian baru" virus corona di selatan Inggris yang dapat menyebabkan infeksi menyebar lebih cepat.

"Tidak ada bukti saat ini yang menunjukkan strain baru menyebabkan tingkat kematian yang lebih tinggi atau mempengaruhi vaksin dan metode perawatan, meski untuk mengonfirmasi hal ini," kata Chris Whitty.

Pada Jumat, 28.507 tes positif harian baru dilaporkan oleh pemerintah Inggris. Kasus pekan lalu tumbuh 40,9 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Lebih dari 1,98 juta orang yang menjalani tes, dinyatakan positif terpapar virus corona.

Pemerintah Belanda Minggu (20/12/2020) melarang semua penerbangan penumpang dari Inggris setelah menemukan kasus virus corona baru di Belanda yang telah beredar di Inggris.

Baca juga: Ternyata Biden Lagi Siapkan Rencana Mengerikan Ini, Dunia Salah Anggap Biden Lebih Baik dari Trump

Baca juga: Timor Leste Bahaya! Diserbu Ratusan Militer Australia, Orang-orang Lokal Dibunuh, Begini Kondisinya

Larangan, yang dimulai pada pukul 6 pagi (0500 GMT) pada hari Minggu dan berlangsung hingga 1 Januari, datang beberapa jam setelah Inggris mengumumkan perintah tinggal di rumah bagi warga London dan Inggris tenggara.

“Mutasi penularan virus Covid-19 sedang terjadi di Inggris. Dikatakan menyebar lebih mudah dan lebih cepat dan lebih sulit dideteksi, ”kata Kementerian Kesehatan Belanda lewat sebuah pernyataan.

Oleh karena itu, Badan Kesehatan Masyarakat Belanda, RIVM, merekomendasikan pembatasan atau mengendalikan pergerakan penumpang.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved