Breaking News:

Penanganan Covid

Usai Pilkada Serentak di Tanjab Timur, Tim Gugus Tugas Rapid Test Massal Masyarakat & Penyelenggara

Usai pelaksanaan Pilkada Serentak, Gugus Tugas Covid -19 Tanjung Jabung Timur instruksikan warga gelar rapid test secara masal. 

tribunjambi/abdullah usman
Masyarakat ikut rapid test. Usai Pilkada Serentak di Tanjab Timur, Tim Gugus Tugas Rapid Test Massal Masyarakat & Penyelenggara 

Usai Pilkada Serentak di Tanjab Timur, Tim Gugus Tugas Rapid Test Massal Masyarakat & Penyelenggara

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Usai pelaksanaan Pilkada Serentak, Gugus Tugas Covid -19 Tanjung Jabung Timur instruksikan warga gelar rapid test secara masal. 

Hal tersebut dilakukan guna antisipasi terjadi penambahan kasus baru terkonfirmasi covid-19.

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid -19 Tanjab Timur langsung bergerak cepat mengambil sampel di beberapa wilayah kecamatan, guna mengetahui ada atau tidak dampak yang signifikan usai pelaksanaan pilkada.

Baca juga: Sidang Gugatan Cerai Aura Kasih Akan Digelar Tahun Depan, Alamat Eryck Amaral Gaib

Baca juga: Sambil Menangis, Siswa SDN 175 Telanaipura Ini Berlarian Amankan Buku Saat Sekolahnya Dilalap Api

Baca juga: Lima Tahun di Thailand Jadi Korban Perdagangan Ilegal, Dua Ekor Orangutan Sumatera Tiba di Jambi

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Tanjab Timur, Sapril mengatakan, pascapilkada,  pada 9 Desember 2020 lalu, dikhawatirkan  terjadi penambahan kasus terkonfirmasi covid-19 baru dari kluster pilkada.

"Untuk itu kita langsung menginstruksikan kepada Satuan Gugus Tugas Covid-19, dalam hal ini Dinas Kesehatan Tanjabtim untuk mengambil sampel uji rapid test dari beberapa kecamatan yang  memiliki tingkat resiko penyebaran covid-19 patut diwaspadai," ujarnya.

Katanya,  pengambilan sampel uji rapid test ini dilakukan kepada masyarakat yang turut menggunakan hak pilihnya pada 9 Demseber lalu.

Selain itu petugas yang berada di TPS juga dilakukan rapid test. Baik itu dari KPU,  Bawaslu, saksi hingga petugas keamanan yang berjaga di TPS.

"Hal tersebut dilakukan untuk melihat apakah ada dampak yang signifikan terhadap penambahan kasus baru terkonfirmasi positif covid-19 pasca pelaksanaan pilkada," ujarnya.

Menurutnya,  tidak semua kecamatan diambil sample uji rapid test. Melainkan beberapa yang dinilai memiliki jumlah kasus terkonfirmasi yang lebih banyak, dan tingkat penyebaran covid-19 yang dinilai cukup signifikan.

Baca juga: Mobil Water Cannon Polisi Disiagakan, Jelang Demo 1812 di Jakarta Siang Ini, Ada Kawat Duri

Baca juga: Rossa Sebut Penggemar dan Diri Sendiri Jadi Kunci Keberhasilan tetap Eksis di Jalur Musik Indonesia

Baca juga: Miris, Taman Air Mancur di Water Front City Tak Terurus, Polisi & Masyarakat Turun Tangan Bersihkan

Kecamatan yang menjadi fokus perhatian tersebut yaitu, Kecamatan Muara Sabak Barat yang saat ini memiliki total 32 kasus terkonfirmasi positif covid-19 dengan 22 orang dinyatakan sembuh.

Kemudian Kecamatan Mendahara total 6 kasus terkonfirmasi positif dengan 3 orang dinyatakan sembuh.

Serta di Kecamatan Nipah Panjang  total 5 kasus terkonfirmasi positif covid-19 dengan 2 dinyatakan sembuh. 

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved