Breaking News:

Berita Jambi

Lima Tahun di Thailand Jadi Korban Perdagangan Ilegal, Dua Ekor Orangutan Sumatera Tiba di Jambi

- Kurang lebih lima tahun berada di Tahailand, dua ekor Orangutan Sumatera (Pongo Ahelli) Ung Aing dan Natalee akhirnya tiba di Jambi

tribunjambi/zulkifli
Lima tahun berada di Tahailand, dua ekor Orangutan Sumatera (Pongo Ahelli) Ung Aing dan Natalee akhirnya tiba di Jambi, pada Jumat (18/12/2020). 

ima Tahun di Thailand Jadi Korban Perdagangan Ilegal, Dua Ekor Orangutan Sumatera Tiba di Jambi

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kurang lebih lima tahun berada di Tahailand, dua ekor Orangutan Sumatera (Pongo Ahelli) Ung Aing dan Natalee akhirnya tiba di Jambi, pada Jumat (18/12/2020).

Dua ekor primata endemic Sumatera tersebut korban perdagangan satwa illegal yang disampaikan pemerintah Thailand melalui surat dari Departement of National Park and Plant Conservation kepada pemerintah Indonesia.

Nantinya, dua ekor orangutan ini  akan menjalani proses rehabilitasi di BKSDA Sumatera Utara dan BKSDA Jambi.

Baca juga: Tak Diberi Izin untuk Gelar Aksi 1812, Ini Tanggapan Ketua PA212 Slamet Maarif

Baca juga: Sambil Menangis, Siswa SDN 175 Telanaipura Ini Berlarian Amankan Buku Saat Sekolahnya Dilalap Api

Baca juga: Miris, Taman Air Mancur di Water Front City Tak Terurus, Polisi & Masyarakat Turun Tangan Bersihkan

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Jambi, Rahmad Saleh mengatakan, orangutan ini merupakan hasil sitaan Polisi Penanggulangan Kejahatan Sumber Daya Alam Dan Lingkungan Thailand (Natural Resources and Ennvironmental Crimes Division/NRECD) pada 21 Desember 2016.

Lima tahun berada di Tahailand, dua ekor Orangutan Sumatera (Pongo Ahelli) Ung Aing dan Natalee akhirnya tiba di Jambi, pada Jumat (18/12/2020).
Lima tahun berada di Tahailand, dua ekor Orangutan Sumatera (Pongo Ahelli) Ung Aing dan Natalee akhirnya tiba di Jambi, pada Jumat (18/12/2020). (tribunjambi/zulkifli)

Dirawat dalam pengawasan oleh Khao Prathubchang Wildlife Rescue Center (KPRC) di Provinsi Ratchaburi. 

"Proses hukum di Thailand terkait kedua orangutan ini telah selesai sehingga kedua satwa tersebut dapat dipulangkan kembali ke Indonesia," kata Rahmad.

Baca juga: Rossa Sebut Penggemar dan Diri Sendiri Jadi Kunci Keberhasilan tetap Eksis di Jalur Musik Indonesia

Baca juga: Aura Kasih Menikah Siri di Bangkok hingga Dituding Hamil Duluan, Kini Sudah Gugat Cerai Eryck Amaral

Baca juga: Putus Mata Rantai Covid-19, Disdikbud Bungo Larang Kegiatan Ekstrakulikuler Saat Tahun Ajaran Baru

Kemudian di Jambi dua ekor Orangutan ini akan menjalani karantina dan rehabilitasi oleh tim dari BKSDA Jambi berkerjasama dengan mitranya yaitu Frankfurt Zooogical Society (FZS) sebelum menjalankan serangkaian prosedur pelepasliaran pada waktunya.

"Rencananya, kedua orangutan akan direhabilitasi pada Pusat Rehabilitasi Danau Alo Tanjung Jabung Barat," pungkasnya.

Penulis: Zulkipli
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved