Rekomendasi Saham, Alasan Kenapa Saham Nikel dan Batubara Jadi Idola Minggu Ini
Batubara dan nikel masih jadi komoditas favorit di antara investor karena sahamnya yang dianggap masih menarik
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Tidak hanya artis atau aktor saja yang bisa menjadi idola, saham juga ada yang menjadi idola dikalangan investor.
Satu di antaranya saham dari komoditas batubara yang diperkirakan masih menjadi primadona pekan ini.
Selain hitamnya batubara, tampaknya tabang nikel juga sangat menggoda pekan ini.
Komoditas batubara populer seiring dengan perkiraan yang lebih tinggi untuk pertumbuhan produksi industri China bulan November.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andy Wibowo Gunawan meyakini konsumsi energi China akan tetap solid. Karena itu, permintaan batubara China juga masih akan tetap solid.
Baca juga: Awal Perdagangan Hari Ini (16/12) IHSG Dibuka Menguat, Semua Sektor Saham Kompak Menguat
Baca juga: Lima Kali Berturut-turut IHSG Menguat, Hari Ini (19/11) Menguat 0,66% ke 5.594,06
Baca juga: Tujuh Rekomendasi Saham Berikut Bisa Dicermati Investor Untuk Perdagangan Hari Ini (16/12)
Sebagai catatan, sekitar 70% dari total output energi Negeri Panda berasal dari pembangkit listrik thermal, yang membutuhkan batubara sebagai sumber bahan bakar.
Sentimen lain datang dari ketegangan hubungan China dengan Australia.
Mirae Asset menilai ekspor batubara Australia ke China akan semakin melambat dalam waktu dekat.
Di sisi lain, ekspor batubara Indonesia ke China akan meningkat dalam waktu dekat.
Secara keseluruhan, harga batubara global akan diperdagangkan lebih tinggi pekan ini.
“Dalam pandangan kami, PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan saham terkait batubara lainnya akan menarik pekan ini,” tulis Andy dalam riset, Selasa (15/12).
Komoditas lain yang harganya akan bersinar antara lain adalah nikel.

Diperkirakan, Dengan persediaan nikel di bursa London Metal Exchange (LME) akan lebih rendah pekan ini.
Sebelumnya, persediaan nikel LME untuk 11 Desember meningkat menjadi 243.180 ton, dari pekan sebelumnya sebesar 242.562 ton.
Selain itu, persediaan tembaga di LME juga akan turun pekan ini.
Baca juga: Segini Idealnya Dana Untuk Investasi Tergantung Kesehatan Keuangan Masing-masing, Tertarik?
Baca juga: Proyeksi Investasi Emas 2021: Emas Bisa Kembali Jadi Perhatian