Breaking News:

Kisah Kopassus

Kisah Kopassus, Komandan Ini Tipu Anak Buahnya dengan Berpura-pura Operasi Gagal, Ini Tujuannya

Dalam briefing terakhir kepada Capa Kirang, Sintong memerintahkan, “Kirang, setelah ketiga pintu terbuka, kamu masuk terakhir. Kalau pembajak ke situ,

ist
anggota Kopassus 

TRIBUNJAMBI.COM - Letnan Satu Anumerta Achmad Kirang gugur saat operasi pembebasan sandera.

Begitu Letnan Satu Achmad Kirang menyergap masuk ke pesawat, pembajak bernama Mahrizal melepaskan tembakan pistol.

Peluru bersarang di bagian perut yang tak terlindung rompi anti peluru. Peristiwa itu terjadi saat Kopassus melakukan operasi pembebasan sandera di Pesawat Garuda Woyla, pada Maret 1981.

Achmad Kirang merupakan di antara cikal bakal berdirinya Detasemen 81 Kopassus, pasukan 'Super' untuk penangguilangan teror.

Tribunjambi.com mengutip dari berbagai sumber, Achmad Kirang meninggal dunia setelah peluru menembus peluru di perut bagian bawah.

Baca juga: Kisah Kopassus, Anggota Baret Merah Ini Dipaksa Bung Karno Segera Menikah

Baca juga: Kisah Kopassus, Saat Pasukan Baret Merah Melawan Musuh yang Miliki Ilmu Hitam

Baca juga: SENJATA Pisau Kopassus yang Bikin Musuh Ciut, Berbilah Dua & Sekali Tusuk Bisa Kena ke Jantung

Kirang yang saat itu pangkatnya calon perwira, termasuk satu di antara 35 pasukan Kopassandha (sekarang Kopassus) yang diberangkatkan dari Jakarta menuju bandara Don Muang di Thailand.

Penerbangan 206

Kisah berawal saat pesawat Garuda Indonesia Penerbangan 206, DC-9 Woyla dari Jakarta tujuan Medan dibajak dan dibawa ke Thailand. Para teroris berencana membawa pesawat tersebut ke Libya.

Teroris menuntut uang tebusan dan pembebasan kawan-kawan mereka yang telah tertangkap.

Saat penyerbuan ke dalam pesawat, Achmad Kirang berada di tim hijau. Kirang diikuti Pembantu Letnan Dua Pontas Lumban Tobing.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved