Berita Nasional
Gelar Rekonstruksi 6 Anggota FPI Yang Tewas, Polisi Ungkap Alasan Menembak Dalam Jarak Dekat
Polisi melakukan rekonstruksi kasus penyerangan Laskar FPI kepada polisi di Tol Jakarta-Cikampek, Senin (14/12/2020).
Petugas kemudian berteriak dan memberi tahu bahwa mereka polisi.
Baca juga: Rizky Billar Pucat Disinggung Ada Orang Ketiga, Lesti Kejora Siap Mengalah: Gak Baik Kalau Dipaksa!
Baca juga: Pendaftaran CPNS April-Mei 2021, Guru PPPK Seleksi 3 Kali dalam Setahun
Baca juga: 37 Eks Anggota FPI Masuk JAD dan MIT, Sembunyikan Nurdin M Tom, Rakit Bom Hingga Pengeboman Polres
Selanjutnya, polisi meminta anggota FPI tidak bergerak. Kemudian, setelah menyerang petugas, empat anggota FPI masuk ke dalam mobil.
Namun, dua orang lainnya menembak ke arah petugas dengan senjata api sebanyak tiga kali.
Rekonstruksi ini dilakukan oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.
Kapolres Karawang AKBP Samtama Putra mengatakan, ada sekitar 240 personel yang dikerahkan untuk mengamankan jalannya rekonstruksi dan mensterilkan TKP.
"Tugas kita mengamakan rekonstruksi berjalan aman dan tertib," kata Rama saat apel di Mapolres Karawang, Minggu (13/12/2020).
Dia mengatakan, kegiatan rekonstruksi berlangsung di empat titik.
Komnas HAM tak bisa ikut
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengaku tidak bisa mengikuti rekonstruksi perkara penembakan 6 laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek, Minggu (13/12/2020) malam.
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengakui mendapat undangan untuk mengikuti rekonstruksi kasus tersebut.
Namun, ada tugas yang sedang dilakukan berkaitan dengan kasus ini.
"Saya dan tim sedang mengkonsolidasi temuan sementara penyelidikan dari berbagai sumber, termasuk hasil olah TKP pendalaman pertama yang kami lakukan selama 2 hari kemarin," kata Anam saat dikonfirmasi, Minggu (13/12/2020).
Baca juga: Foto Jadul Ayu Ting Ting saat SMA Mendadak Jadi Sorotan, Wajahnya Kok Bisa Berubah Drastis?
Baca juga: Kabar Duka, Kapolda Terbaik di Indonesia Irjen Pol Wilmar Marpaung Meninggal Dunia
Baca juga: Login ke www.pln.co.id atau Kirim WA ke No 08122123123 untuk Klaim Listrik Gratis Desember 2020
Pihaknya juga masih melakukan persiapan untuk melakukan klarifikasi kepada Polda Metro Jaya dan Jasa Marga.
Apa yang dilakukan Komnas HAM, dikatakan Anam, penting guna melihat kasus penembakan tersebut seobjektif mungkin.
"Puzel terangnya peristiwa semakin detail, kami dapatkan dan berharap semakin banyak yang diperoleh, semakin cepat terang," katanya.