FPI Dirontoki, Munarman Kini Terancam, Polda Metro Jaya Klaim Soal Senjata Api: Buktinya Ada!
Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman terang-terangan membantah senjata api yang jadi bukti kasus penembakan pengikut Habib Rizieq.
FPI Dirontoki, Munarman Kini Terancam, Polda Metro Jaya Klaim Soal Senjata Api: Buktinya Ada!
TRIBUNJAMBI.COM -- Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman terang-terangan mengatakan senjata api yang jadi bukti kasus penembakan pengikut Habib Rizieq bukan milik laskar FPI.
Pernyataan Munarman itu membuat pihak kepolisian gerah. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus memperingatkan Munarman ada ancaman pidana bagi penyebaran berita bohong atau hoaks.
Hal tersebut disampaikan Yusri menanggapi pernyataan Munarman yang membantah bahwa laskar pengawal Habib Rizieq Shihab (MRS) dibekali senjata api.
Yusri menyampaikan hal itu saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (8/12/2020).
Dikutip dari Wartakota, Yusri mengatakan ada ancaman pidana bagi pihak-pihak yang menyebarkan berita bohong.
"Jangan mengeluarkan berita-berita bohong, itu bisa dipidana nanti," ujar Yusri.
Baca juga: LENGKAP, Kecurigaan Roy Suryo Soal Rekaman Suara Pengawal Rizieq, Kode Paus dan Qirdun Sebelum Tewas
Baca juga: Niat Jusuf Kalla Terbongkar, Ketahuan Perintahkan Jenderal Ini, Minta Habib Rizieq Dipenjara Saja
Baca juga: Begini Reaksi Polisi Tahu Komnas HAM Bentuk Tim Investigasi, Bongkar Kasus Penembakan 6 Pengawal HRS
Baca juga: Pilkada Solo Panas, Bajo Dikabarkan Lakukan Ritual Khusus Ini Demi Kalahkan Gibran Putra Jokowi
Yusri berujar kepolisian masih terus mengumpulkan barang bukti terkait kepemilikan senjata api tersebut.
Namun, kata dia, bukti kepemilikan senjata oleh pelaku sudah sangat jelas. Hanya saja penyidik masih terus mendalami.
"Statement Munarman FPI tidak pernah membawa senjata api, bukti kepemilikan senjata sudah jelas bahwa si pelaku ini memiliki senjata itu. Buktinya ada, masih didalami semua, masih dilakukan penyelidikan. Pada saatnya akan kita sampaikan," katanya.

Salah satu bukti yang sudah dipegang penyidik yakni peluru kaliber 9mm.
Polisi kini akan melakukan uji balistik untuk memperkuat temuan bukti tersebut.
"(Peluru) 9 mm. Masih uji balistik, makanya kan perkembangan kasus masih kita dalami tiap alat bukti. Nanti kita gelar prarekonstruksi dan rekonstruksi. Pada saatnya akan kita sampaikan," pungkasnya.(*)
Munarman Membantah
Sekretaris Umum FPI Munarman sebelumnya menjelaskan, Rizieq dan keluarga saat itu tengah menuju acara pengajian subuh keluarga.
Rizieq berangkat dari Sentul, Bogor, pukul 22.30 WIB.
Dalam iring-iringan kendaraan ada juga empat mobil lainnya yang ditumpangi para anggota laskar FPI pengawal Rizieq.

Rombongan sudah menyadari dibuntuti oleh kendaraan lain sejak dari Sentul. Namun, kata dia, para penguntit itu baru beraksi pukul 12.30 WIB, setelah rombongan Rizieq berada di tol Jakarta-Cikampek, dekat Gerbang Tol Karawang Timur.
"Para penguntit berusaha memotong entah apa tujuannya. Ini orang tak berseragam. Berusaha memotong rombongan dan menyetop kendaraan," kata Munarman dalam konferensi pers di markas FPI Petamburan, Jakarta Pusat, Senin sore.
"Ini orang tak berseragam berusaha memotong rombongan dan menyetop kendaraan. Para pengawal bereaksi untuk melindungi HRS (Rizieq). Reaksi normal," katanya.
Menurut dia, ada dua mobil berisi pengawal yang mencoba menghentikan aksi penguntit itu.
Sementara dua mobil lainnya terus jalan mengawal rombongan Rizieq dan keluarga ke tempat tujuan.
Baca juga: VIRAL, Tiba-tiba Puluhan Rumah Dekat Markas FPI di Petamburan Terbakar Hebat, Ada Apa Sebenarnya?
Baca juga: Ini Hasil Otopsi 6 Jenazah Laskar FPI, Banyak Luka Tak Wajar, Aziz: Kami Minta Ini Diusut Tuntas!
Baca juga: Sedang Berlangsung Pemakaman Enam Jenazah Laskar FPI Pengawal Habib Rizieq, Banyak Luka Tak Wajar
Namun, dari dua mobil yang berhadapan dengan penguntit itu, kata Munarman, satu mobil langsung pergi setelah mendengar suara tembakan.
"Mobil yang satunya menyelamatkan diri karena ada tembakan," ujarnya.
Setelah itu, pihak FPI tak bisa melakukan komunikasi lagi dengan enam anggota laskar tersebut.
Oleh karena itu, FPI merilis siaran pers yang menyatakan keenam pengawal Rizieq itu hilang.
Munarman mengaku terkejut saat Kapolda Metro Jaya menyatakan enam simpatisan Rizieq tewas ditembak karena melakukan penyerangan pada polisi.
"Fitnah besar laskar kita disebut membawa senjata api tembak-menembak. Laskar tak dilengkapi senjata api, terbiasa tangan kosong. Kami bukan pengecut," kata Munarman.
"Fitnah luar biasa, pemutarbalikan fakta dengan menyebut laskar yang lebih dahulu menyerang dan melakukan penembakan," sambungnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul SEKUM FPI Munarman Terancam Dipidanakan Kabis Humas Polda Metro Jaya Klaim Senjata Api, Bukti Ada.