Berita Nasional
FPI Bereaksi Tegas, Sebut Pengikut Habib Rizieq Tak Pernah Bawa Senjata, Munarman: Itu Fitnah!
Adanya aksi penyerangan terhadap polisi yang diduga dilakukan oleh pengikut Habib Rizieq Shihab, menuai reaksi keras dari Front Pembela Islam (FPI).
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Adanya aksi penyerangan terhadap polisi yang diduga dilakukan oleh pengikut Habib Rizieq Shihab, menuai reaksi keras dari Front Pembela Islam (FPI).
Terlebih pihak FPI menyebutkan kabar anggotanya membawa senjata dalam kontak dengan polisi dibantah keras oleh FPI.
Juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman menegaskan pengikut dari Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab (MRS) tak pernah membawa senjata api.
Pernyataan Munarman merujuk kepada pernyataan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran.
Bahwa terjadi penyerangan kepada polisi yang dilakukan sepuluh orang yang diidentifikasi sebagai pengikut MRS.
Baca juga: Bareskrim Polri Turun Tangan Buru 4 Orang yang Kabur dari 10 Orang yang Serang Polisi, Diduga FPI
Baca juga: INI Kata Pihak FPI soal 6 Pengikut Rizieq yang Ditembak Mati Polisi: Pengawal Keluarga Diadang
Baca juga: Bareskrim Polri Bantu Buru 4 Pelaku Penyerangan Polisi yang Diduga Simpatisan FPI Habib Rizieq
"Tidak benar (mereka membawa senjata api). Itu fitnah. Laskar FPI tidak pernah bawa senjata api," ujar Munarman, ketika dihubungi Tribunnews.com, Senin (7/12/2020).
Terkait kabar enam pengikut MRS yang tewas ditembak oleh kepolisian, Munarman mengatakan pihaknya belum memilki akses kepada jenazah tersebut.

Menurutnya, kasus tersebut tak ubahnya penculikan dan pembantaian. Sebab dia mengklaim pengikut MRS tak pernah membawa senjata api.
"Sampai saat ini kami belum punya akses ke jenazah. Makanya itu penculikan yang dilanjutkan dengan pembantaian," kata Munarman.
Sebelumnya diberitakan, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menjelaskan kronologi penyerangan kepada polisi yang dilakukan sepuluh orang yang diidentifikasi sebagai pengikut Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab (MRS).
"Tadi pagi sekitar pukul 00.30 WIB di Jalan Tol Jakarta - Cikampek KM 50 telah terjadi penyerangan kepada anggota polri yang melaksanakan tugas lidik terkait pemeriksa MRS yang dijadwalkan berlangsung hari ini jam 10.00 WIB," ujar Fadil, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/12/2020).
Dia menjelaskan bahwa polisi yang diserang tengah melakukan penyelidikan terkait adanya informasi pengerahan massa akibat adanya agenda pemeriksaan kepada Muhammad Rizieq Shihab (MRS) yang dijadwalkan berlangsung hari ini, Senin (7/12), pukul 10.00 WIB.
Baca juga: Ada 296 DPT di Lapas Klas IIA Jambi, Kalapas: Warga Binaan Silakan Memilih Sesuai Hati Nurani
Baca juga: Ini Penampakan Senjata Milik 6 Orang yang Diduga Pengikut Rizieq yang Serang Polisi, Ada Samurai
Baca juga: Lowongan Kerja Yamaha Motor Indonesia untuk Lulusan S1, Simak Informasinya

"Berawal dari informasi bahwa akan terjadi pengerahan massa pada saat MRS diperiksa di Polda Metro Jaya dari berbagi sumber. Termasuk rekan-rekan media mendapat berita akan ada pengerahan kelompok massa," kata dia.
Setelahnya, Fadil menceritakan bahwa satu unit polisi yang beranggotakan enam orang dari Polda Metro Jaya melakukan lidik.
Saat itu, anggota kepolisian disebut mengikuti kendaraan yang diduga pengikut MRS. Namun ternyata kendaraan polisi justru dipepet dan diserang.
