Berita Nasional

Bareskrim Polri Bantu Buru 4 Pelaku Penyerangan Polisi yang Diduga Simpatisan FPI Habib Rizieq

Dari aksi penyerangan itu, pihak kepolisian menembak 6 anggota FPI hingga tewas, sementara dari 10 orang yang melakukan penyerangan, 4 diantaranya

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Tangkapan layar YouTube Kompas TV
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran (kanan) dan Pangdam Jaya Mayjend TNI Dudung Abdurachman (kiri) menunjukkan barang bukti saat konferensi pers terkait penyerangan simpatisan pemimpin FPI Rizieq Shihab terhadap polisi. Konferensi pers digelar di Markas Polda Metro Jaya, Senin (7/12/2020) 

TRIBUNJAMBI.COM - Ternyata aksi penyerangan terhadap anggota polisi yang disebut Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran dilakukan oleh anggota FPI turut akan dibantu pihak Bareskrim Polri.

Dari aksi penyerangan itu, pihak kepolisian menembak 6 anggota FPI hingga tewas, sementara dari 10 orang yang melakukan penyerangan, 4 diantaranya berhasil kabur.

Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya memburu empat orang terduga simpatisan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang serang anggota kepolisian di Tol Jakarta-Cikampek.

Bareskrim Polri akan membantu Polda Metro Jaya dalam upaya memburu empat terduga penyerang anggota kepolisian pada Senin (7/12/2020) dini hari.

Dalam peristiwa tersebut, diketahui enam terduga pelaku lainnya tewas ditembak polisi.

Baca juga: FPI Ungkap Peristiwa Rombongan Rizieq Shihab Dihadang dan Ditembaki Preman di Pintu Tol Karawang

Baca juga: KAPOLDA Metro Jaya Beberkan Kronologi 6 Anggota FPI Pengikut Habib Rizieq Tewas Ditembak Polisi

Baca juga: Begini Penampakan Markas FPI Jelang Pemeriksaan Habib Rizieq serta Kondisi di Petamburan

Adapun kawanan tersebut diduga merupakan simpatisan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

“Kabareskrim menyampaikan bahwa Bareskrim akan mem-back up Polda Metro Jaya, mencari 4 pelaku lainnya yang melarikan diri sampai ketemu,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangannya, Senin (7/12/2020).

Berdasarkan keterangan polisi, kejadian bermula dari penyelidikan Polda Metro Jaya terhadap informasi di aplikasi pesan singkat soal pengerahan massa untuk mengawal pemeriksaan Rizieq.

Seperti diketahui, Rizieq dipanggil Polda Metro Jaya untuk kedua kali pada Senin hari ini.

Rencananya ia diperiksa terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam pernikahan putrinya di Petamburan, Jakarta Pusat.

Saat tengah melakukan penyelidikan, anggota Polda Metro Jaya membuntuti kendaraan simpatisan Rizieq.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran (Tribunnews.com/Vincentius Jyestha)

Tak lama kemudian, kendaraan anggota Polda Metro Jaya dipepet dan diberhentikan oleh kendaraan yang ditumpangi simpatisan Rizieq.

Saat itu simpatisan Rizieq menodong anggota Polda Metro Jaya dengan senjata api serta senjata tajam, yakni berupa samurai dan celurit.

Merasa nyawanya terancam, anggota kepolisian melepaskan tembakan, yang menewaskan enam orang yang diduga simpatisan Rizieq.

Sementara, empat orang lainnya kabur.

Halaman
12
Sumber: TribunnewsWiki
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved