Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Gunakan Harta Benda untuk Kemuliaan Tuhan

Bacaan Ayat: Matius 6:19-21 (TB) - "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta

Editor: Suci Rahayu PK
Ilustrasi 

Akibatnya, banyak kesalahpahaman terjadi. Harta benda di bumi dianggap tidak berguna, karena hanya berkaitan dengan hal jasmani semata yang akhirnya akan ditinggalkan.

Sementara harta sorgawi, disamakan dengan perbuatan baik yang dilakukan untuk bekal nanti ke Sorga.

Memahami maksud Yesus secara utuh, ternyata Yesus tidak sedang mempertentangkan atau mempertandingkan tentang harta di bumi dan harta di Sorga secara harafiah.

Yesus sedang memberikan peringatan keras, bahwa cara pandang terhadap harta benda tersebut akan menjadi penentu sikap seseorang dalam menjalani kehidupan.

Jika fokusnya kepada harta benda semata, maka hati juga akan terarah kepada harta: segala hal dinilai berdasarkan jumlah harta, segala sesuatu dihargai berdasarkan harga yang ditentukan secara ekonomi semata.

Ibarat mata, jika mata itu baik maka semua menjadi terang, namun jika mata itu Jahat maka semua akan menjadi gelap.

Harta benda disebut sebagai Mamon. Mamon, bukan kata Ibrani, melainkan Aram, yang dipakai dalam bahasa Yunani.

Kata Mamon itu mempunyai arti merendahkan; mencari keuntungan secara tidak benar, keserakahan, yang menguasai seseorang ganti pelayanan kepada Allah.

Mamon dalam bahasa Kasdim, yang berarti kekayaan, “rumah harta benda”, “kekayaan”, sehingga kata tersebut dipakai juga untuk mempribadikan kekayaan.

Dapat kita bayangkan, jika harta benda dijadikan milik pribadi, maka bisa dipastikan bahwa seseorang akan menjadi tidak peduli lagi kepada sesama; terlebih akan mudah melupakan Allah dalam kehidupannya.

Seharusnya, harta benda adalah sarana kehidupan untuk hidup melayani Allah.

Harta benda adalah alat untuk memuliakan Allah; bukan untuk menyingkirkan Allah dalam kehidupan.

Mari kita kembalikan cara pandang kita dengan melihat harta benda dalam sudut pandang pengajaran Yesus.

Harta benda itu baik untuk dimiliki, namun jangan menjadi orang kaya yang bodoh.

Mempergunakan harta benda, bukan dalam maksud konsumerisme (menganggap barang-barang mewah sebagai ukuran kebahagiaan dan kesenangan) dan hedonisme (menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan hidup), bukanlah pilihan yang bijak.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved