Calon Kapolri

Komjen Boy Rafli Amar Menguat Jadi Calon Kapolri, 'Kuda Hitam', IPW: Komjen Listyo Diserang Telak

Sejumlah nama calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis sudah mencuat. Satu diantaranya Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar.

Editor: Rahimin
Vincentius Jyestha
Komjen Boy Rafli Amar. Komjen Boy Rafli Amar menguat jadi calon kapolri, 'Kuda Hitam', IPW: Komjen Listyo diserang telak 

Nama Komjen Boy Rafli Amar Menguat Jadi Calon Kapolri, IPW Nilai Bisa Menjadi Kuda Hitam

TRIBUNJAMBI.COM - Sejumlah nama calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis sudah mencuat. Satu diantaranya Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch ( IPW) Neta S. Pane menilai Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar sebagai satu kuda hitam dalam bursa calon Kapolri pengganti Jenderal (Pol) Idham Azis.

“Yang menjadi kuda hitam ini Boy Rafli,” kata Neta dalam program AIMAN yang ditayangkan KompasTV, Senin (30/11/2020).

Selain Boy, IPW melihat terdapat tiga komisaris jenderal (komjen) lainnya yang berpeluang kuat menggantikan Idham.

Baca juga: MENCUAT 3 Geng Berebut Kursi Kapolri, Peluang Gantikan Idham Azis: Geng Solo, Makassar & Pejaten

Baca juga: Pengeluaran Jaksa Pinangki Sebulan Bisa Rp 80 Juta, Pungki Sebut Dalam Brankas Isinya Uang Semua

Baca juga: Dua WNI Ditangkap Terkait Temuan Jasad Wanita Muda di Dalam Koper di Mekkah

Salah satunya adalah Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo. Menurut Neta, nama Listyo tetap masuk dalam bursa calon kuat Kapolri meski sempat mendapat serangan telak.

Serangan yang dimaksud adalah ketika nama Listyo disebut oleh Irjen Napoleon Bonaparte, terdakwa kasus dugaan korupsi terkait kepengurusan red notice Djoko Tjandra, dalam persidangan.

Napoleon menyebut terdakwa Tommy Sumardi mengaku mengantongi restu Kabareskrim sebelum menemuinya.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo
Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww)

Keterangan itu telah dibantah oleh pihak Tommy Sumardi dan oleh Listyo sendiri.

“Saya melihat bahwa pengakuan Napoleon Bonaparte ini, ini bisa menghancurkan citra dia (Listyo) untuk masuk dalam bursa (Kapolri),” tuturnya.

Baca juga: Pamer Tubuhnya di Pantai, Tampilan Eksotis Ashanty Jadi Sorotan Netizen: Auratnya, Mau Punya Mantu!

Baca juga: Dimas Mulai Capek Kerja Bareng Raffi Ahmad, Mendadak Disentil Nagita Slavina: Udh Banyak ya Duitnya?

Baca juga: 27 Orang Tewas, Istri Anggota TNI AD Ikut Dibunuh, Aksi Sadis Upik Lawanga Teror Poso, Siapa Dia?

“Bantahan itu hal yang wajar tapi ketika nama dia dibuka dalam kasus itu di persidangan, ini serangan yang telak,” sambungnya.

Selain itu, dua nama lainnya yakni Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono dan Kabaharkam Komjen Agus Andrianto.

“Kalau nanti bintang dua tidak ada masuk menjadi bintang tiga, saya kira pertarungan ada di empat orang ini,” ucap Neta.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "IPW: 4 Jenderal Bintang Tiga Masuk Bursa Calon Kapolri, Boy Rafli Amar Kuda Hitam",

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved