Breaking News:

Pilkada di Sarolangun

Pengawas TPS di Sarolangun yang Reaktif Kembali Dites Seminggu Sebelum Pilkada Serentak 9 Desember

Pengawas TPS sampai tingkat kecamatan yang Reaktif Rapid Test sebelumnya, akan dilakukan rapid test kembali pada tanggal 3 Desember 2020.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Nani Rachmaini
tribunjambi/rifani halim
Ilustrasi. Petugas KPPS rapid tes di puskesmas Kecamatan Sarolangun, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Pengawas TPS sampai tingkat kecamatan yang Reaktif Rapid Test sebelumnya, akan dilakukan rapid test kembali pada tanggal 3 Desember 2020.

Kordinator Divisi sumber daya manusia (SDM) dan organisasi Bawaslu Sarolangun, Johan menyebutkan bagi pengawas pemilu di tingkat TPS yang Rreaktif Rapid Test akan dilakukan Rapid Test ulang, sebelum itu petugas tersebut harus melakukan isolasi secara mandiri.

"Jikalau setelah dua kali di Rapid Test ternyata tetap Reaktif maka petugas TPS tersebut akan digantikan oleh calon pengawas yang ikut dalam seleksi TPS sebelumnya, atau yang mendapatkan peringkat kedua saat seleksi TPS," kata Johan komisioner Bawaslu Sarolangun kepada TribunJambi, Kamis (26/11/2020).

Petugas yang reaktif Rapid Test sebanyak dua kali, maka akan dilimpahkan kepada pemerintah daerah/kabupaten untuk dilakukan uji Swab.

"Pengganti dari pengawas TPS tersebut akan di Rapid Test juga agar sebelum bertugas menggantikan petugas sebelumnya," sambung Johan.

Baca juga: Promo JNE Hari Ini 26 November 2020, Gratiskan Ongkir Selama Dua Hari, Begini Syaratnya

Baca juga: VIDEO: Artis ST dan MA Ditangkap di Hotel di Sunter, Dugaan Pelacuran Online  

Baca juga: Skenario Cuti Bersama Pengganti Libur Lebaran Bakal Dipangkas, Hanya 24 Desember 2020 Saja?

--

Ketua KPU Sarolangun Imbau Penyelengara Pilkada Reaktif untuk Tidak Minder, Fakhri: Ini Bukan Aib

Ketua KPU Sarolangun, M Fakhri mengimbah kepada penyelengara Pilkada Jambi yang reaktif rapid test agar melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Ia menyatakan, penyelengara yang dinyatakan reaktif pada 15-16 November, sudah dilakukan uji swab dan sedang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Yang jelas isolasi mandiri, ini bukan penyakit aib tapi ini sebuah virus perlu kita ketahui, jangan sampai karena satu orang nyebar ke mana-mana. Itu harapan kita pada petugas jangan sampai merasa malu dan takut," kata M fakri, Rabu (18/11/2020).

Ia juga mengimbau kepada petugas yang sedang melalui rapid test jangan merasa malu.

"Jangan merasa minder jika terpapar, karena ini bukan lah aib, petugas penyelengara perlu waspada," jelasnya.

(tribunjambi/rifani halim)

Baca juga: Rossa Sempat Nangis Takut Ditinggalin Afgan, Rossa: Saya Dambakan Pria Tampan

Baca juga: Habib Rizieq Agendakan Ceramah di Sumut, Edy Rahmayadi: Jangan Dulu Datang Pak Ustaz, Pak Ulama

Baca juga: Selama Penindakan Disiplin Protokol, Satpol PP Tanjabtim Temukan Ratusan Pelanggaran

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved