Breaking News:

Penanganan Covid

Selama Penindakan Disiplin Protokol, Satpol PP Tanjabtim Temukan Ratusan Pelanggaran

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), telah merekap jumlah pelanggaran terhadap penerapan protokol kesehatan per tanggal 1 November

TRIBUNJAMBI/ABDULLAH USMAN
Kepala Kantor Satpol PP Kabupaten Tanjabtim, Hendri 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), telah merekap jumlah pelanggaran terhadap penerapan protokol kesehatan per tanggal 1 November 2020 lalu sejak mewabahnya kasus Covid-19 pada Maret 2020 lalu.

Leading sektor dalam penindakan pelanggaran protokol kesehatan tersebut, dalam hal ini pihak Satpol PP Kabupaten Tanjabtim.

Menurut data yang didapat di Satpol PP, sebanyak 44 pelanggaran berupa teguran terhadap pelaku usaha. Sedangkan perorangan sebanyak 436 orang yang melakukan pelanggaran.

"Pelanggaran itu didapat saat kami melakukan razia untuk menindak masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker dan tidak menerapkan Social Distancing," kata Kepala Kantor Satpol PP Kabupaten Tanjabtim, Hendri.

Untuk sanksi yang dikenakan sesuai Perbup Nomor 38 Tahun 2020, dengan memberikan sanksi sosial, tidak ada denda atau pun pidana.

Baca juga: Habib Rizieq Agendakan Ceramah di Sumut, Edy Rahmayadi: Jangan Dulu Datang Pak Ustaz, Pak Ulama

Baca juga: Audit Dana Kampanye Paslon Pilkada Serentak Jambi 2020, Bawaslu Cek dan Validasi KAD

Baca juga: Rossa Sempat Nangis Takut Ditinggalin Afgan, Rossa: Saya Dambakan Pria Tampan

Namun khusus pelaku usaha, kalau memang sudah berulang kali melakukan pelanggaran, bisa dikenakan sanksi penutupan usahanya.

"Akan tetapi, akhir-akhir ini dari hasil razia yang dilakukan, yang terjaring itu angkanya di bawah 10 orang," ungkapnya. 

Dijelaskannya, untuk titik lokasi pelaksanaan razia, kebanyakan dilakukan di Ibukota Kabupaten, yaitu di Kecamatan Muara Sabak Barat. Tapi, dalam satu minggu tetap dipantau di kecamatan yang dikoordinir oleh Kasi Trantib masing-masing yang bekerja sama dengan pihak Polsek setempat.

"Jadi kalau data pelanggaran ini kita rangkum di setiap kecamatan, maka pelanggaran dari Maret sampai Oktober kemungkinan ada ribuan," sebutnya.

"Razia penerapan protokol kesehatan ini yang pasti akan terus dilaksanakan sampai akhir tahun. Untuk tahun depan apakah masih berlanjut, kami juga belum tau dan masih menunggu instruksi selanjutnya," sambungnya.

Halaman
123
Penulis: Abdullah Usman
Editor: Nani Rachmaini
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved