Berita CPNS Kerinci

Kerinci Masih Kekurangan Guru PNS, Adirozal: Seleksi Terbuka Bagi Honorer dan Lulusan PPG

Dari tahun ke tahun, persoalan kekurangan tenaga guru masih menjadi momok bagi dunia pendidikan di Kabupaten Kerinci.

Penulis: Herupitra | Editor: Nani Rachmaini
Tribunmadura.com
Ilustrasi PNS 

Banjir Terjang Kerinci

Peristiwa banjir di Kerinci kembali terjadi. Puluhan rumah di Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci, terendam, Sabtu (21/11/2020) kemarin.

Banjir bandang yang akibat luapan Sungai Batang Merao tersebut, membuat puluhan rumah dekat sungai di Desa Lubuk Suli terendam banjir.

"Banjir masuk ke rumah malam tadi, banjir ini karena luapan Sungai Batang Merao sehingga masuk ke pemukiman warga," ungkapnya Deni salah seorang warga, Minggu (22/11).

Dia menyebutkan, akibat banjir tersebut peralatan rumah tangga warga terendam banjir, bahkan termasuk kendaraan warga.

"Banjirnya sekitar 40 cm atau selutut orang dewasa. Kalau di jalan itu sampai sepinggang orang dewasa," sebutnya.

Baca juga: VIDEO: ABK Spesialis Bongkar Rumah di Jambi, Tak Tanggung-tanggung Sudah 12 Rumah Digarap

Baca juga: Pengawas TPS di Sarolangun yang Reaktif Kembali Dites Seminggu Sebelum Pilkada Serentak 9 Desember

Baca juga: VIDEO: Artis ST dan MA Ditangkap di Hotel di Sunter, Dugaan Pelacuran Online  

Hal senada juga diungkapkan Dodi warga setempat, dia mengatakan, banjir mulai masuk kerumah warga sekitar pukul 20.00 Wib. Warga terpaksa pasang karung depan rumah untuk menahan air masuk ke rumah.

"Ya, sudah sering rumah terendam banjir setiap meluap sungai batang merao, belum ada solusi yang bisa mengatasi persoalan banjir di Lubuk Suli," katanya.

Akibat banjir tersebut warga tidak bisa tidur semalaman untuk mengakut peralatan rumah tangga agar tidak terendam banjir.

"Semalaman kami tidak tidur, karena banjir ini sampai pagi. Tapi siangnya surut," tambahnya.

Dirinya berharap kepada Pemerintah kabupaten Kerinci untuk mengatasi persoalan banjir yang selalu terjadi akibat meluapnya sungai batang merao.

"Kami berharap ada solusi untuk mengatasi banjir di desa kami," harapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kerinci, Darifus, saat dikonfirmasi persoalan banjir di Kecamatan Depati Tujuh melalui WhatApp belum ada jawaban.

Baca juga: Harga HP Samsung November 2020 - Galaxy A51 Rp 4 Juta, Galaxy S20, Galaxy M31, Galaxy M21 Rp 2 Juta

(tribunjambi/herupitra)

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved