Cerita Saksi Mata Saat Edhy Prabowo Ditangkap di Bandara Soetta, Ali Mochtar: Tidak Tahu itu KPK

Ngabalin yang turut serta dalam rombongan Edhy pun menyaksikan langsung proses penangkapan Edhy oleh Lembaga antirasuah tersebut.

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Tribunnews.com/ Taufik Ismail
Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin, Minggu, (9/2/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin turut buka suara terkait penangkapan Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Rupanya Ngabalin berada dalam rombongan yang sama dengan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) sewaktu di Bandara Soekarno- Hatta, Rabu (25/11/2020).

Ngabalin yang turut serta dalam rombongan Edhy pun menyaksikan langsung proses penangkapan Edhy oleh Lembaga antirasuah tersebut.

Mulanya, ia turun Bersama Edhy dari pesawat.

Namun, saat tiba di terminal ada sejumlah orang yang menyebut-nyebut kehadiran penyidik KPK di Terminal 3 Soekarno Hatta.

Baca juga: Chord Gitar dan Lirik Lagu Iwan Fals Judul Ikan-ikan Lengkap Download Lagu MP3 Cocok untuk Koleksi

Baca juga: VIDEO: Bupati Masnah Busro Diperiksa KPK di Polda Jambi

Ternyata para pentidik KPK sudah menanti kedatangan Edhy dan rombongan di terminal kedatangan.

“Kan mereka datang saya ada di situ. Tapi awalnya abang (dirinya sendiri) tidak tahu itu KPK. Penjelasannya kami juga tidak tahu karena dari belakang jalan. KPK datang. Yang bilang KPK itu orang-orang di situ (bandara),’’ ungkap Ngabalin saat dihubungi, Rabu sore.

Kemudian seorang penyidik KPK memberi isyarat agar Ngabalin tak perlu mengikuti rombongan yang akan menuju Gedung KPK di Kuningan, Jakarta.

Ngabalin pun mengatakan Edhy sangat kooperatif saat penyidik KPK membawanya ke kantor untuk diperiksa lebih lanjut. Kata Ngabalin, tak ada keributan dalam proses penangkapan dini hari tadi.

“Pak Edhy juga bagus, Pak Edhy juga sangat koperatif. Teman-teman KPK juga melaksanakan tugas dengan baik. Enaklah tadi,’’ lanjut Ngabalin.

Seperti diketahui, Edhy beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Honolulu, Hawai, Amerika Serikat (AS) dalam rangka mempelajari produksi

benih-benih udang, khususnya udang jenis vaname yang hendak dibudidayakan di Indonesia.

Masih berdasarkan agenda menteri dari Partai Gerindra, Edhy antara lain mengunjungi Oceanic Institute (OI) di Honolulu.

Adapun KPK menangkap Edhy, pada Rabu (25/11/2020) dini hari.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, Edhy ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta bersama sejumlah pihak dari Kementerian Kelautan dan Perikanan serta anggota keluarga.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved