Breaking News:

Buronan Korupsi UIN Jambi Ditangkap

BREAKING NEWS DPO Kasus Korupsi Auditorium UIN STS Jambi Ditangkap di Bogor

Kabar tertangkapnya Redo Setiawan ini disampaikan oleh Kasi Penkum Kejati Jambi melalui rilisnya.

Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Redo Setiawan, buronan Kejati Jambi kasus korupsi Auditorium UIN STS Jambi ditangkap di Bogor 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Buronan Kejati Jambi, Redo Setiawan dalam kasus korupsi pembangunan Auditorium UIN Sultan Thaha Jambi ditangkap hari ini (25/11/2020).

Redo ditangkap oleh tim tangkap buron (Tabur) Kejaksaan Agung RI dan Kejati Jambi sekitar pukul 07.00 WIB Rabu pagi di rumah kontrakannya kawasan Pasar Parung, Bogor.

Kabar tertangkapnya Redo Setiawan ini disampaikan oleh Kasi Penkum Kejati Jambi melalui rilisnya.

"Tadi pagi tertangkap salah satu DPO kasus UIN STS Jambi yakni RS (Redo Setiawan;red), tertangkap di tempat persembunyiannya di Parung, Kota Bogor," kata Lexy Fatharani.

Baca juga: Nagita Slavina Bongkar Kehidupan Dibalik Kamera dengan Raffi Ahmad, Nagita : Itu Memang Bener

Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta Rabu 25 November 2020, Al Marah dan Cemburu Tahu Nino Ketemu Andin Lebih Dulu

Baca juga: Begini Sikap dan Komentar Jokowi Terkait Menteri KKP Edhy Prabowo Yang Ditangkap KPK, Hormati Hukum

Redo Setiawan ditetapkan sebagai DPO setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Auditorium UIN jambi.

Dalam proyek tersebut ditemukan indikasi korupsi. Proses pembangunan bersumber dari dana hibah Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2018 senilai Rp 35 miliar.

Dalam proses pengerjaannya ditemukan kerugian negara mencapai Rp 12,8 miliar.

Di persidangan sebelumnya Direktur Utama PT Lambok Ulina (Lamna) John Simbolon dihukum bersalah bersama dua kuasa direktur yakni Iskandar Zulkarnain dan Kristiana.

Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jambi juga menghukum Hermantoni selaku PPTK pada proyek tersebut.

Sementara, Redo Setiapan selaku kuasa Direktur PT Lambok Ulina yang mengerjakan proyek itu menghilang dan ditetapkan DPO pada Desember 2019.

Usai di tangkap dari persembunyiannya, Redo akan dibawa ke Jambi hari ini untuk proses hukum lebih lanjut.

"Secepatnya akan kita bawa ke Jambi," pungkas Lexy.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved