VIRAL Pengusaha Lamar Wanita Cantik, Uang Panai Ratusan Juta Rumah Rp 3 Miliar, Netizen: Pecah Rekor
viral di media sosial postingan seorang wanita cantik dilamar pengusaha dengan uang panai cukup fantastis.
VIRAL Pengusaha Lamar Wanita Cantik, Uang Panai Ratusan Juta, Rumah Rp 3 Miliar, Netizen: Pecah Rekor
TRIBUNJAMBI.COM - viral di media sosial postingan seorang wanita cantik dilamar pengusaha dengan uang panai cukup fantastis.
Wanita yang diketahui berasal dari Dusun Kambisa, Desa Baku-baku, Kecamatan Malangke Barat, Sulawesi Selatan, dilamar dengan uang panai (uang bagi perempuan, bukan uang mahar) yang terbilang fantastis, Senin (23/11/2020).
Mengutip Tribun Timur, Senin (23/11), perempuan tersebut diketahui bernama Nadia Margareza.
Kabarnya ia dipinang oleh Haji Ajis Kalla, seorang pengusaha asal Makassar. Pengusaha itu menyerahkan panai sebesar Rp 300.707.000, satu unit rumah senilai Rp 3 miliar, dan satu set berlian.
Baca juga: Pangdam Jaya Dudung Abdurachman Tak Takut Jabatannya Dicopot, Dulu Hidup Sederhana, Jadi Loper Koran
Baca juga: Ancaman Pangdam Jaya Jika Ada Yang Berani Pasang Baliho Rizieq Shihab, Kami Tangkap
Baca juga: Habib Rizieq Klaim Telah Uji Swab Negatif Covid-19, Tapi Tak Punya Bukti, Jubir FPI Bilang Begini
Sejumlah netizen menyebut panai dalam lamaran ini merupakan yang tertinggi di Malangke Barat.
"Pemecah rekor di Dusun Kambisa, Desa Baku-baku, Kecamatan Malangke Barat uang panai yang terbanyak 300.707.000 juta, mahar rumah mewah dan 1 set berlian. Lancar sampai hari H nya sappiseng tanggal 17/12/2020 Nadia Margreza & H Ajis Kalla, semoga jadi keluarga yang Samawa," tulis Beank mekar nya pattimang selalu bos pada halaman Facebook.
Sejumlah keluarga menyampaikan selamat atas pelamaran itu.
"Selamat mappetuada sepupu cantik ku. Semoga dilancarkan sampai hari H. Pemecah rekor di Malangke Barat, uang panai 300 juta, mahar 1 unit rumah ditambah 1 stel berlian," tulis Nhyla Sari pada akun Facebook.
"Sejarah Malangke Barat. Dusun Kambisa, uang panai 300.707.000 juta, 1 unit rumah seharga 3 miliar, berlian 1 stel. Lancar sampai hari H. Nadia Margreza," tulis akun lain Inha Rosmina Hatta.
Baca juga: Daftar Pebalap MotoGP 2021, Valentino Rossi Hengkang, 3 Pebalap Baru Termasuk Adik Tiri Rossi Gabung
Lamaran Nadia kemudian viral di media sosial, termasuk postingan Facebook akun Palopo info.
Dalam postingan tertulis:
Pengusaha Asal Makassar memberikan mahar dan uang panai dengan nilai fantastis kepada calon mempelai wanita Asal Malangke Kec. Malangke Barat Kab. #luwuutara, Diketahui wanita tersebut juga memiliki butik di makassar.
Diantaranya adalah uang Rp300 juta,1 Stel Berlian dan Rumah Seharga Rp 3 Miliar.
Cek Videonya di Intagram Ya @palopo_info
Sejumlah akun turut menyampaikan selamat atas pelamaran itu.
"Selamat mappetuada sepupu cantik ku. Semoga dilancarkan sampai hari H. Pemecah rekor di Malangke Barat, uang panai 300 juta, mahar 1 unit rumah ditambah 1 stel berlian," tulis Nhyla Sari pada akun Facebook.
"Sejarah Malangke Barat. Dusun Kambisa, uang panai 300.707.000 juta , 1 unit rumah seharga 3 miliar, berlian 1 stel. Lancar sampai hari H. Nadia Margreza," tulis akan lain Inha Rosmina Hatta.
Hingga Selasa, (24/11), postingan tersebut disukai lebih dari 500 orang, dibagikan lebih dari 1300 akun serta puluhan komentar di Facebook.
Apa itu Uang Panai?
Dilansir dari Kompas Regional Makassar, Uang panai atau 'uang belanja' untuk pengantin mempelai wanita yang diberikan oleh pengantin pria merupakan tradisi adat suku Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan.
Baca juga: Komentar Habib Rizieq Buat Pangdam Jaya Marah, Mayjen Dudung Sebut Kopda Asyari Dihukum Karena Ini
Baca juga: Heboh, Video Mesum Dokter dan Bidan di Jember Gemparkan Warga, Pernah Juga Dengan Istri Mantri
Baca juga: Tsamara Nilai Pilpres AS Sama Dengan di Indonesia, Ada Polarisasi Agama & Fanatisme Terhadap Capres
Uang panai ini sejak dulu berlaku sebagai bagian yang 'wajib' ada jika pria ingin melamar wanita idamannya hingga sekarang.
Namun, uang panai ini biasanya menjadi beban bagi pria untuk melamar wanita idamannya.
Pasalnya, nilai uang panai sebagai syarat adat untuk membiayai pesta perkawinan untuk pengantin wanita tidaklah sedikit.
Nilainya bahkan bisa mencapai miliaran rupiah. Uang panai memiliki kelas sesuai dengan strata sang wanita, mulai dari kecantikan, keturunan bangsawan, pendidikan, hingga pekerjaannya.
Pengaruh faktor pendidikan misalnya, jika gadis yang akan dilamar memiliki pendidikan sebagai sarjana strata 1, harga panai akan lebih mahal dari gadis lulusan SMA, sedangkan perempuan lulusan S2 akan jauh lebih mahal dari perempuan lulusan S1.
Sebagai contoh, jika uang panai bagi perempuan lulusan SMA senilai Rp 50 juta, maka uang panai bagi gadis berpendidikan S1 diperkirakan Rp 75 juta hingga Rp 100 juta.
Untuk perempuan berketurunan bangsawan, nilai uang panai bisa mencapai miliaran rupiah.
Rekor termahal uang panai yang pernah terpublikasi adalah sebesar Rp 4 miliar.
Masih banyak faktor lain yang mempengaruhi nilai uang panai, seperti sang gadis misalnya sudah berhaji atau belum.
Meski demikian, nilai uang panai biasanya masih bisa didiskusikan oleh keluarga kedua calon mempelai.
Baca juga: Maruf Amin Akan Diganti, MUI Gelar Munas Besok, Fatwa Halal Vaksin Covid-19 Ikut Dibahas
Baca juga: Nikita Mirzani Diperiksa Polisi Hari Ini di Polres Metro Jakarta Selatan
Baca juga: Cocoklogi Video Syur Mirip Gisel, Terungkap Cara Naik sampai Posisi TV yang Bikin Salah Fokus
Mengapa mahal?
Nilai uang panai yang mahal kerap dipertanyakan.
Konon zaman dulu, para orangtua ingin melihat keseriusan sang pria dalam melamar anak wanitanya sehingga sang pria betul-betul berusaha mengupayakan uang panai untuk mendapatkan wanita pujaan hatinya.
"Makanya susah untuk mendapatkan orang suku Bugis Makassar, tapi susah pula lepasnya atau bercerai. Dalam artian, tingginya harga panai akan membuat pihak lelaki akan berpikir seribu kali untuk menceraikan istrinya karena ia sudah berkorban banyak untuk mempersunting istrinya. Pada uang panai itulah dilihat kesungguhan sang pria untuk mendapatkan wanita pujaan hatinya," kata Budayawan Sulawesi Selatan Nurhayati Rahman, Sabtu (11/3/2017).

Dosen Universitas Hasanuddin ini mengatakan, uang panai merupakan penghargaan pria kepada sang gadis yang ingin diperistri.
Menurut dia, uang panai menunjukkan dengan jelas bahwa warga Bugis sangat menghargai keberadaan perempuan sebagai makhluk Tuhan yang sangat berharga sehingga tak sembarang orang dapat meminang wanita Bugis.
Kawin lari
Dengan mahalnya uang panai, lanjut Nurhayati, banyak pasangan kekasih yang terkendala ketika hendak menikah.
Oleh karena itu, banyak pula yang memilih menentang tradisi dan mengambil jalan pintas dengan kawin lari atau disebut dengan "silariang".
"Bagi orang Bugis Makassar, silariang itu peristiwa yang sangat memalukan karena bersangkut paut dengan malu atau 'siri' atau aib yang menjadi beban keluarga sepanjang hidupnya," tuturnya.
Baca juga: Sakit Aneh Dewi Perssik Muncul di Atas Jam 12 Malam, Kaki dan Pundak Kayak Ditusuk-tusuk, Istighfar!
Baca juga: Tema ILC TV One Malam Ini Selasa 24 November 2020 Bisakah Gubernur Dicopot? Panas
Dalam tradisi Bugis Makassar, lanjut Nurhayati, silariang identik dengan kematian, tetapi mati bukan dalam arti dicari lalu dibunuh.
Mati di sini bermakna dipaoppangi tana atau telah ditelungkupi atau ditutup dengan tanah.
"Jadi pelaku dianggap telah mati, tidak ada negosiasi, tidak ada rekonsiliasi, seumur hidup. Bahkan beberapa generasi tidak akan diterima lagi untuk kembali ke keluarganya selamanya dan seterusnya. Biasanya pelaku pergi merantau dan membuang diri dan tidak akan kembali lagi seumur hidup sampai beranak cucu," tuturnya.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/D/TribunTimur/Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul VIRAL Pengusaha Makassar Lamar Wanita dengan Uang Panai Rp 300 Juta, Set Berlian dan Rumah 3 Miliar