Editorial
Membersihkan Ujung Tombak; KPPS dan Ancaman Penyebaran Virus Corona
Pada Pilkada Serentak 2020 yang diadakan saat situasi pandemi Covid-19 ini, masyarakat juga mengharapkan KPPS yang bersih dari virus corona
Pada Pilkada Serentak 2020 yang diadakan saat situasi pandemi Covid-19 ini, masyarakat juga mengharapkan KPPS yang bersih dari virus corona
Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menjadi ujung tombak KPU dalam melaksanakan pemungutan suara di Pilkada Serentak 2020.
KPPS merupakan kelompok yang dibentuk KPU untuk melaksanakan pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS).
KPPS dulunya dituntut melaksanakan tugas secara profesional, jujur, dan adil. Namun saat ini tak cukup itu saja.
Pada Pilkada Serentak 2020 yang diadakan saat situasi pandemi Covid-19 ini, masyarakat juga mengharapkan KPPS yang bersih dari virus corona, demi kesehatan para pemilih di TPS.
Memastikan petugas yang tidak terpapar virus corona ini menjadi tanggung jawab besar dari KPU.
Apalagi, hasil rapid test di sejumlah daerah, telah ditemukan puluhan orang yang reaktif.
Memang reaktif belum tentu positif terinfeksi virus corona, namun hal ini jadi screening awal.
Di Tebo misalnya, sudah 48 orang KPPS yang reaktif rapid test Covid-19.
es ini dilakukan sejak 14 November lalu, dan berlangsung hingga 23 November.
Ada kemungkinan makin banyak anggota KPPS yang ditemukan reaktif, sebab saat data dilansir, rapid test belum usai.
Adanya KPPS yang reaktif hasil rapid test juga ditemukan di Tanjung Jabung Timur.
Hanya saja pihak terkait tidak membuka data berapa banyak yang reaktif, namun memastikan adanya yang reaktif hasil rapid test.
Kondisi ini jadi perhatian besar masyarakat yang punya hak pilih.
KPU dan Gugus Tugas Covid-19 perlu untuk memastikan kondisi para petugas di lapangan ini.
Pilkada ini adalah pesta demokrasi, yang harus bisa memberi efek kegembiraan, sesuai dengan namanya.
Kita semua berharap tak terjadi klaster baru akibat pelaksanaan Pilkada ini.
Baca juga: Warga Mendahara Diterpa Bencana, Selasa Sore Satu Unit Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah
Baca juga: BREAKING NEWS: Warga Teluk Nilau Dihebohkan Kemunculan Empat Macan Tutul
Baca juga: Suami WFH Sering Menyuruh Istri Jadi Musabab KDRT, Kasus Meningkat di Masa Pandemi Covid di Jambi
Baca juga: Mulai Terungkap Pemeran Wanita Video Syur 19 Detik, Polisi Sebut Ada Indikasi Kemiripan dengan Gisel
Untuk menghindari klaster pencoblosan, maka yang perlu dilakukan adalah memastikan semua KPPS tidak ada yang positif virus corona.
Perlu dilakukan uji swab kepada para petugas yang menunjukkan gegala, dan juga kepada yang reaktif hasil rapid test.
Harus secepatnya.
Selain itu KPU juga harus menyiapkan langkah-langkah strategis bila ditemukan adanya KPPS yang terkonfirmasi positif virus corona.
Perlu transparansi, untuk meyakinkan publik, supaya masyarakat yang memiliki hak pilih tetap mau berpartisipasi ke TPS, dan melakukan antisipasi.
Kita berharap semua pihak juga mengambil peran masing-masing sesuai dengan fungsinya untuk menekan penularan virus corona ini.
Termasuk pemilih, agar memberitahu kondisinya kepada petugas sebelum masuk ke lokasi pemilihan.
Pesta ini harus meriah, tapi jangan sampai menjadi duka. Unjung tombaknya, KPPS, haruslah jadi perhatian utama semua pihak. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/proses-rapid-test-penyelenggara-pemilu-di-bungo.jpg)