Breaking News:

Kasus Pencabulan

Rayu Korban dengan Bank Gaib, Indrajit Setubuhi 2 Anak di Bawah Umur Serta Istrinya

Rayu korbannya dengan bank gaib melalui ritual, Indrajit setubuhi dua anak di bawah umur hingga puluhan kali.

Penulis: Darwin Sijabat
Editor: Fifi Suryani
tribunjambi/darwin sijabat
Kapolres Tebo, AKBP Gunawan Trisaksono. Kepolisian Resort Tebo berhasil mengungkap kasus penculikan anak di bawah umur yang terjadi di Kelurahan Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Senin (23/11/2020). Tebo, AKBP Gunawan Trisaksono 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA TEBO - Rayu korbannya dengan bank gaib melalui ritual, Indrajit setubuhi dua anak di bawah umur hingga puluhan kali.

Kepolisian Resort Tebo berhasil mengungkap kasus penculikan anak di bawah umur yang terjadi di Kelurahan Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Senin (23/11).

Kapolres Tebo, AKBP Gunawan Trisaksono menjelaskan kejadian bermula saat Indrajit sang pelaku menawarkan bank gaib kepada nenek korban. Bank gaib itu dengan persyaratan menggunakan kain sarung dan minyak fambo yang diletakkan di rumahnya.

Dengan bujuk rayu pelaku, kedua orang tua korban langsung datang ke rumah pelaku. Namun, upaya yang dilakukan pelaku belum berhasil.

Setelah itu, pelaku meminta lagi kepada korban, untuk ritual selanjutnya, dengan syarat harus membawakan kedua korban untuk melakukan rogosukma, dan aksinya kembali gagal.

"Awalnya, pelaku membujuk kedua orangtua korban untuk melakukan ritual bank gaib, dengan membawakan syarat kain sarung dan minyak fanbo, namun gagal. Setelah itu, pelaku membujuk lagi dengan menyuruh kedua orangtua korban, menghadirkan RA (14) dan TM (12) ke rumah pelaku. Aksinya juga gagal," kata Kapolres Tebo, AKBP Gunawan Trisaksono, Senin (23/11).

Dijelaskan Kapolres, setelah aksinya gagal, dan tumbuhnya rasa cinta kepada kedua korban pelaku langsung membawa lari kedua korban RA dan TM. Diselimuti rasa takut kepada keluarga, kedua korban dibawa kabur ke dalam hutan Lubuk Madrasah. Bahkan untuk menghindari pencarian keluarga dan polisi, pelaku berpindah-pindah dan mendirikan gubuk.

"Setelah kedua korban dibawa ke rumah pelaku, aksinya kembali gagal. Timbul perasaan cinta terhadap kedua korban, dan langsung membawa kabur keduanya. Karena pelaku takut ketahuan sama keluarga dan kedua orangtua, korban dibawa kabur ke dalam Hutan Lubuk Madrasah," jelas Kapolres.

Bukan hanya membawa kedua korban kabur, lanjutnya Kapolres, kedua korban sempat disetubuhi pelaku. Bukan hanya satu kali, kedua korban dilakukan persetubuhan dengan pelaku hingga puluhan kali yang secara bersamaan dengan istri pelaku.

"Atas bujuk rayu pelaku dan tipu muslihat, korban sempat disetubuhi pelaku sebagai bentuk ritual rogosukma. Bahkan, dirinya melakukan persetubuhan itu bersamaan dengan istri pelaku, di sebuah pondok yang dibuatnya sendiri," lanjutnya.

"Hasil pemeriksaan, pelaku menyampaikan telah mencabuli saudari TM sebanyak 20 kali dan RA sebanyak 12 kali," ungkap Kapolres.

Dari penangkapan kedua pelaku, Polres Tebo berhasil mengamankan barang bukti berupa dua helai pakaian, satu helai selimut dan satu helai kain.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat 1, 2 dan 4, junto pasal 76 D atau pasal 82 ayat 1, junto pasal 76 E Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penerapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang Nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas undang-undang RI Nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dan tindak pidana.

"Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh atau turut serta melakukan penculikan anak dengan pasal 383 junto 76 F Undang-undang RI Nomor 13 tahu. 2014, dengan ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved