Breaking News:

Keras Lawan Separatisme Islam, Presiden Macron Ultimatum Imam Muslim di Prancis, Beri Waktu 15 Hari

Serangan mematikan di Prancis beberapa waktu lalu membuat Presiden Macron bersikap keras lawan terorisme.

Editor: Teguh Suprayitno
CHARLES PLATIAU / POOL / AFP
Presiden Prancis Emmanuel Macron ultimatum pada Dewan Kepercayaan Muslim Perancis. 

Keras Lawan Separatisme Islam, Presiden Macron Ultimatum Imam Muslim di Prancis, Beri Waktu 15 Hari

TRIBUNJAMBI.COM - Serangan mematikan di Prancis beberapa waktu lalu membuat Presiden Macron bersikap keras lawan terorisme.

Emmanuel Macron menjadi sosok sentral di balik 'krisis sosial' yang menyeret Umat Muslim di Prancis.

Baru-baru ini, Presiden Perancis Emmanuel Macron telah meminta para imam di Perancis untuk menerima " piagam nilai-nilai republik".

Emanuel Macron menyebut hal tersebut sebagai tindakan keras melawan ekstremisme Islam.

Pada Rabu 18 November 2020 lalu, dikutip dari Kompas.com, Presiden Prancis Emanuel Macron disebut memberikan ultimatum 15 hari kepada Dewan Kepercayaan Muslim Prancis (CFCM) untuk menerima piagam tersebut dengan aturannya.

Baca juga: Presiden Macron Mendadak Kerahkan Ribuan Tentara Jaga Perbatasan Eropa, Trauma Serangan di Prancis

Melansir dari Kompas.com yang merangkum dari BBC pada Jumat 20 November 2020, CFCM telah setuju untuk membentuk Dewan Imam Nasional.

Di mana dewan tersebut dilaporkan akan mengeluarkan akreditasi resmi kepada para imam yang dapat ditarik kembali.

Langkah sejauh itu dilakukan setelah terjadi 3 serangan di Perancis yang diduga didasari karena ekstremisme Islam dalam waktu kurang dari sebulan.

Presiden Prancis Emmanuel Macron ikut serta dalam konferensi bersama Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus di Istana Elysee, Paris, Rabu (8/4/2020).
Presiden Prancis Emmanuel Macron ikut serta dalam konferensi bersama Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus di Istana Elysee, Paris, Rabu (8/4/2020). (AFP/Ludovic MARIN/POOL)

Piagam itu akan menyatakan bahwa Islam adalah agama dan bukan gerakan politik, yang juga melarang "campur tangan asing" dalam kelompok Muslim.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved