Presiden Macron Mendadak Kerahkan Ribuan Tentara Jaga Perbatasan Eropa, Trauma Serangan di Prancis
Presiden Emmanuel Macron mengatakan perjanjian Schengen Uni Eropa, yang memungkinkan orang untuk melintasi perbatasan dengan bebas perlu direformasi.
Presiden Macron Mendadak Kerahkan Ribuan Tentara Jaga Perbatasan Eropa, Trauma Serangan di Prancis
TRIBUNJAMBI.COM -Pemerintah Prancis melakukan berbagi langkah untuk mengantisi kejadian penyerangan kembali terulang.
Presiden Emmanuel Macron mengatakan perjanjian Schengen Uni Eropa, yang memungkinkan orang untuk melintasi perbatasan dengan bebas, mungkin perlu direformasi.
Prancis telah melipatgandakan keamanan di perbatasan dan menyerukan agar kebijakan bebas melintas di Uni Eropa dipikirkan kembali, menyusul serangkaian serangan.
Serangan dengan pisau di kota Nice akhir pekan lalu yang menewaskan tiga orang, mengerucut pada tersangka imigran asal Tunisia yang masuk wilayah ke Prancis dari Italia pada Oktober lalu.

Ini merupakan dugaan serangan kedua jihadis di Prancis dalam satu bulan terakhir.
Peringatan keamanan Prancis saat ini berada pada taraf tertinggi. Ribuan serdadu disebar untuk melindungi tempat-tempat ibadah dan sekolah, sejak kasus pemenggalan kepala seorang guru Samuel Paty yang menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya.
Baca juga: Trump Menolak Keluar dari Gedung Putih, Malah Buat Benteng Pertahanan, Joe Biden Akan Lawan
Presiden Macron sejak saat itu memicu kemarahan dan unjuk rasa di beberapa negara mayoritas berpenduduk Muslim menyusul pembelaannya mengenai nilai-nilai dan kebebasan Prancis yang memungkinan untuk menerbitkan kartun tersebut.
Tapi dia menolak seruan sayap kanan untuk pengamanan yang lebih besar demi melindungi prinsip-prinsip sekularisme negara itu. Dia mengatakan : "Situasinya tidak menjamin perubahan konstitusi."
Dan, dalam sebuah surat kepada Financial Times, dia membuat jelas posisi Prancis yang sedang melawan "separatisme Islamis, bukan Islam".
Baca juga: Kubu Trump Ngotot Tak Mau Kalah, Bawa Senjata dan Minta Bantuan Roh dari Afrika Agar Menang Pilpres
Dia menuduh surat kabar Inggris ini telah salah mengutipnya dalam sebuah artikel - yang saat itu sudah dihapus dari situsnya - bahwa dia "menstigmatisasi Muslim Prancis untuk tujuan pemilu".
"Saya tidak akan membiarkan siapapun, bahwa Prancis, atau pemerintahannya, mendorong rasisme terhadap Muslim," katanya dalam sebuah surat kepada editor.
Apa yang Macron katakan tentang keamanan perbatasan negara?
Berbicara saat mengunjungi perbatasan Prancis-Spanyol, Macron mengatakan dia akan melipatgandakan jumlah pasukan patroli di perbatasan dari 2.400 personel menjadi 4.800 personel "karena ancaman yang memburuk" dari terorisme.
Dia juga mengatakan, akan mengungkapkan proposal penguatan keamanan perbatasan di dalam Uni Eropa melalui pertemuan puncak Uni Eropa selanjutnya pada Desember mendatang, yang akan meliputi "mengintensifkan perlindungan batas wilayah utama kita dengan pasukan keamanan yang sebenarnya di perbatasan luar".