Berita Nasional
Geng Solo Dipreteli, Bursa Pemilihan Kapolri Pengganti Idham Azis Memanas, IPW: Geng Solo Calon Kuat
Namun, peluang Nana kini menjadikannya semakin tipi setelah dirinya dicopot dari jabatannya sebagai kapolda Metro Jaya
TRIBUNJAMBI.COM -Bursa calon Kapolri makin panas setelah Geng Solo diduga dipereteli menjelang suksesi pada Januari 2021.
Geng Solo sendiri mencerminkan kepada para perwira yang pernah berada di Solo.
Beberapa dari mereka memiliki karier yang bagus. Salah satunya adalah Nana Sudjana.
Namun, peluang Nana kini menjadikannya semakin tipi setelah dirinya dicopot dari jabatannya sebagai kapolda Metro Jaya.
Baca juga: 3 Jenderal di Jawa Bersaing Ketat Jadi Kapolri, Ini Profil Kapolda Pilihan Jenderal Idham Aziz
Baca juga: Rekam Jejak 3 Kapolda di Jawa yang Diprediksi Ramaikan Bursa Pemilihan Kapolri, Idham Azis Pensiun
Baca juga: Pesan Kapolri Buat Kapolda Jambi & 7 Kapolda Yang Dilantik, Jaga Netralitas Hingga Tegakkan Prokes
Pencopotan kapolda Metro bagian dari manuver persaingan dalam bursa calon Kapolri, ”kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, Selasa (17/11).
Selain Nana, ada Brigjen (Pol) Ahmad Lutfi dan Komjen Listyo Sigit Prabowo yang kariernya juga meroket.
Setelah Nana dicopot, persaingan menuju kursi orang nomor satu di Korps Bhayangkara kian panas.
Dicopotnya dua Kapolda karena gagal mengatasi kerumunan Habib Rizieq dinilai sebagai bagian dari persaingan bursa calon Kapolri.
Hal tersebut dituturkan oleh Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane.
Salah satu nama yang digadang-gadang sebagai calon kuat sebagai bakal TB1 adalah Irjen Pol Nana Sudjana, mantan Kapolda Metro Jaya.
Pasalnya, Nana Sudjana dianggap sebagai salah satu 'Geng Solo'.
"Yang lebih mengkhawatirkan adalah Kapolda Metro ini kan sempat digadang-gadang sebagai calon kuat Kapolri. Apakah ini bagian dari persaingan untuk menjatuhkan?" ujar Neta, dikutip Tribunjambi.com dari Tribunnews.com, Selasa (17/11/2020).
Ada dua sisi yang dilihat oleh IPW pada kasus pencopotan Nana Sudjana ini.
Baca juga: 3 Jenderal di Jawa Bersaing Ketat Jadi Kapolri, Ini Profil Kapolda Pilihan Jenderal Idham Aziz
Baca juga: Nina Li Chi, Istri Cantik Jet Li yang Kerap Beradegan Panas Sama Jackie Chan di Film, Ini Potretnya
Baca juga: Dampak Kerumunan Habib Rizieq Shihab, 77 Orang Positif Covid-19
Di satu sisi, pencopotan Nana Sudjana adalah sanksi konsekuensi dari adanya peraturan Kapolri tentang pelarangan pengumpulan massa.
"Di sisi lainnya, IPW melihat ini jangan-jangan bagian dari persaingan bursa calon Kapolri, karena beliau ini 'Geng Solo' yang disebut-sebut calon kuat juga," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/karyawati-bunuh-boss.jpg)