Breaking News:

Berita Jambi

Diperiksa KPK di Polda Jambi, Direktur PT Athar Graha Iim Ngaku Sediakan Uang Untuk 51 Anggota Dewan

Direktur PT Athar Graha Persada, Muhammad Imanuddin alias Iim, mengaku sediakan uang untuk 51 Anggota Dewan.

TRIBUNJAMBI/ARYO TONDANG
Usai menjalani pemeriksaan oleh Penyidik KPK, di Lantai Dua Gedung Lapangan Hitam, Mapolda Jambi, Direktur PT Athar Graha Persada, Muhammad Imanuddin alias Iim, mengaku sediakan uang untuk 51 Anggota Dewan, Sabtu (21/11/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Usai menjalani pemeriksaan oleh Penyidik KPK, di Lantai Dua Gedung Lapangan Hitam, Mapolda Jambi, Direktur PT Athar Graha Persada, Muhammad Imanuddin alias Iim, mengaku sediakan uang untuk 51 Anggota Dewan, Sabtu (21/11/2020).

Kepada media Iim, yang sejak sekira kurang lebih pukul 13.00 berada di Polda Jambi, untuk menjalani pemeriksaan, terkait kasus dugaan suap pengembangan RAPBD Provinsi Jambi 2017-2018, oleh Tim Penyidik KPK mengatakan, dirinya menyediakan uang tersebut keseluruh anggota dewan yang masih aktif pada saat itu.

"Kurang lebih 51 anggota dewan, jadi hampir semuanya," kata Iim, Sabtu (21/11/2020) pukul 18.30 WIB.

Dia menjelaskan, dirinya dilontarkan sejumlah pertanyaan yang tidak jauh berbeda dengan pemeriksaan sebelumnya oleh KPK.

"Pertanyaannya masih seperti yang lama, seputaran Ketok Palu 2017," tambahnya.

Baca juga: Bocoran Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12, Kesempatan untuk yang Masih Gagal

Baca juga: Amy Qanita Beri Peringatan ke Dimas Ramadhan, Begini Perlakuan Ibu Raffi Ahmad: Manusia Suka Lupa

Baca juga: WAWANCARA EKSKLUSIF Ratumas Siti Aminah Curu Raden Mattaher: Teladani Mulai dari Diri Sendiri

Sementara itu, Rudi Wijaya yang juga diperiksa mengungkapkan bahwa, dia di periksa selama 4 jam lebih, terkait materi  pemeriksaan dia menyebutkan keterangan untuk suap ketok palu RAPBD Provinsi Jambi 2017.

"Untuk di tahun 2017, pertanyaannya seputar pengesahan APBD, kalau mau lebih jelas tanya penyidikan saja," kata Rudi sambil meninggalkan awal media.

Tidak lama setelah itu, Emi Nopisah juga keluar dari ruangan pemeriksaan, dia mengaku dirinya dimintai Keterangan terkait tersangka Pautt Syakarin dan Wiwid Iswara.

"Kesaksian untuk lima orang, tidak juga di tunjukan dokumen pengesahan anggaran, ya seperti pemeriksaan sebelumnya lah," aku Emi.

Sementara itu, Kusnindar yang berperan sebagai pengantar uang suap ketok palu RAPBD Provinsi Jambi 2017, dia banyak di berikan pertanyaan oleh penyidik, namun dia hanya di mintai keterangan terkait suap di tahun 2017 saja.

Halaman
123
Penulis: Aryo Tondang
Editor: Nani Rachmaini
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved