Breaking News:

Pilkada Batanghari

Sebelum Pemungutan Suara Pilkada Serentak, 5.976 Petugas KPPS dan Linmas Jalani Rapid Test

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batanghari tengah melakukan rapid tes terhadap seluruh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara maupun Linmas

Penulis: A Musawira | Editor: Rahimin
Tribunjambi/musawira
Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Batanghari, Harapan Nami, Rabu (18/11/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Jambi  Musa Wira

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batanghari tengah melakukan rapid test terhadap seluruh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) maupun Linmas yang akan bertugas di Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

Rapid test dilaksanakan pada 16 November 2020, di sejumlah puskesmas yang ada di Kabupaten Batanghari.

Diketahui setiap TPS terdapat tujuh orang petugas KPPS, sehingga total ada 4.648 orang petugas KPPS yang akan bertugas di 664 TPS.

Selain itu, dapat pula diketahui, Linmas yang mengamanankan disaat pencoblosan nanti berjumlah dua orang. Secara kumulatif sebanyak 1.328 orang di 664 TPS.

Baca juga: Siapa Sebenarnya Irjen Ahmad Dofiri, Kapolda Jabar yang Baru Pilihan Kapolri, Lulusan Terbaik Akpol

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Rabu 18 November 2020, Pisces Tak Ingin Singgung Perasaan Pasangan

Baca juga: TribunBanten.com Hadir, Mata Lokal di Banten Menjangkau Indonesia

Jadi, total secara keseluruhan yang sedang melaksanakan rapid tes berjumlah 5.976 orang yang tersebar di Kabupaten Batanghari.

Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Batanghari, Harapan Nami kepada Tribunjambi.com mengatakan, anggota KPPS yang telah ditetapkan wajib melaksanakan pemeriksaan berkaitan dengan Covid -19.

Pemerikasaan tersebut dilaksanakan di Puskesmas masing-masing yang tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Batanghari, karena untuk rapid test telah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Batanghari.

“Pemeriksaan yang saat ini sedang dilakukan, yakni rapid tes. Jika hasil pemeriksaan menyatakan reaktif, maka yang bersangkutan dapat dilakukan tes swab,” kata Harapan Nami, Rabu (18/11/2020) saat ditemui di ruang kerjanya.

Baca juga: Kisah keluarga Zaini, 5 Tahun Membaur Bersama Penduduk Sadu, Hidup Dari Berburu Sejinjing

Baca juga: Anies Baswedan Diperiksa Polisi Gegara Acara Habib Rizieq, PKS Minta Penegakan Hukum Harus Adil

Baca juga: Tetapkan 2 Tersangka, Periksa Gisel, Polisi Masih Cari Pemilik Akun Ini Karena Sebarkan Video Syur

 Nami menambahkan, jika di wilayah Kabupaten Batanghari tidak terdapat fasilitas yang cukup untuk melaksanakan rapid tes, dapat menggunakan surat keterangan bebas gejala influensa yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit atau otoritas kesehatan.

“Apabila ada anggota KPPS sedang menjalani rawat inap dan isolasi mandiri dan positif terinfeksi Covid-19 tidak diperbolehkan melaksanakan tugasnya,” ujarnya.

Pergantian anggota KPPS dikatakan Nami hanya bisa dilakukan apabila berhalangan tetap.

Baca juga: Irjen Rudy Sufahriadi Bukan Orang Sembarangan, Dicopot Kapolri, Punya Pengalaman Tangkap Teroris

Sementara itu, kata Nami menambahkan jika ada penggantian dapat dilakukan apabila yang bersangkutan mengundurkan diri karena alasan yang dapat diterima.

“Meninggal dunia, tidak diketahui keberadaanya, dan tidak mampu melaksanakan tugas secara permanen,” tutupnya

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved