Tips Kesehatan
Bahaya Menahan Buang Air Kecil pada Wanita - Melemahkan Otot Panggul hingga Sakit di Bawah Perut
Jika sering dilakukan, kebiasaan ini bisa berpengaruh pada otot panggul yang kekuatannya bisa melemah bahkan bisa berakhir pada hilangnya kontrol
TRIBUNJAMBI.COM - Kebersihan toilet menjadi hal yang paling penting bagi wanita untuk akhirnya bisa menggunakan toilet tersebut, apa lagi saat sedang di tempat umum.
Toilet yang kotor bisa menjadi faktor terbesar seorang wanita tidak mau buang air kecil di toilet umum, dan lebih memilih untuk menahannya.
Padahal ada bahaya lain yang berbahaya pada saat seorang wanita memutuskan untuk menahan buang air kecil atau pipis.
Jika sering dilakukan, kebiasaan ini bisa berpengaruh pada otot panggul yang kekuatannya bisa melemah bahkan bisa berakhir pada hilangnya kontrol pada fungsi kandung kemih.

Melemahnya otot panggul
Padahal diketahui bahwa otot panggul inilah yang berperan penting dalam mengatur serta membantu baik dalam mengeluarkan air kencing atau menahannya.
Dengan kebiasaan menahan pipis, otot tersebut justru akan melemah dan kehilangan fungsinya sebagai penahan air kencing sehingga rasa kebelet pipis akan sangat mudah terjadi.
Hal tersebut biasa dikenal dengan disfungsi otot panggul.
Baca juga: Sinopsis Menunggu Pagi, Film yang Dibintangi Arya Saloka
Baca juga: Pemilik 3 Zpdoak Ini Jagi Banget Memikat Lawan Jenis - Teratas Libra yang Paling Mempesona
Sakit di bagian bawah perut
Jika kebiasaan ini masih terus-menerus dilakukan maka akan menyebabkan rasa sakit di bagian bawah perut.
Sayangnya, rasa sakit ini tidak mudah hilang, bahkan jika memang sudah memasuki status yang lebih parah akan terjadi kejang sehingga penderita tidak bisa merasa santai atau tegang di bagian tersebut.
Bahaya selanjutnya adalah tubuh mulai kehilangan petunjuk kapan kantung kemih harus dikosongkan, sehingga dapat terjadi sering ngompol.
Penderita jarang merasa kebelet dalam jangka waktu lama, karena sekalinya terasa kebelet maka ia akan segera buang air kecil, penderita tidak akan bisa menahan keinginan tersebut lagi dalam waktu yang agak panjang. (Sonora)