Berita Sarolangun
Hari Ini Guru SDN 64 /VII Sukasari Sarolangun Tanam 815 Bibit Cabai, Terong, dan Cabai Rawit
Guru-guru SDN 64 /VII Sukasari, Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, memanfaatkan waktu di sela-sela mengajar daring
Penulis: Rifani Halim | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Guru-guru SDN 64 /VII Sukasari, Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, memanfaatkan waktu di sela-sela mengajar daring dengan bercocok tanam atau membudidaya.
Kegiatan tersebut dilakukan dengan menggunakan polibek, di halaman sekolah sebanyak 815 bibit.
Di sana mereka menanam cabai.
Namun tidak hanya cabai, saat ini para guru juga sedang melakukan pembibitan tanaman terong dan cabai rawit yang turut menjadi tanaman budidaya di sela waktu libur pandemi Covid-19.
Kepala sekolah SDN 64/VII Suka Sari Neng Rosmadi mengatakan, mulai dari fermentasi pupuk hingga memasukkan ke polibek dan pembibitan, semua dilakukan guru.
Baca juga: Bacaan Niat dan Cara Mengerjakan Sholat Isya Lengkap Dengan Bahasa Latin, Arab dan Terjemahan
Baca juga: BREAKING NEWS: Empat Kurir Ditangkap Polisi di Kuala Jambi, akan Edar 19 Kg Sabu-sabu di Jambi
Baca juga: Foto Syur Mirip Anya Geraldine Viral, Sang Selebgram Beri Ancaman Ini: Youre in Serious Trouble
Cabai yang ditanam melalui polibek sebanyak 815 tanaman cabai, dan akan ditambah.
"Saat ini tanaman cabai baru sebanyak 815 yang dikemas dalam polibek."
"Kami mengerjakannya dari awal, bahkan fermentasi pupuk kandang hingga memasukkan ke polibek," kata Neng Romadi, Senin (9/11/2020).
Lanjutnya, cabe ke depan yang membuahkan hasil akan dijual, hasil dari penjualan uangnya akan alihkan untuk pembangunan masjid SDN 64/VII yang sedang dalam proses pembangunan.
"Iya hasil penjualan cabai merah ini akan kita infakkan untuk pembangunan Masjid SDN 64/VII Sukasari yang sedang pembangunan," ungkapnya.
(berita Sarolangun)
Plt Bupati Sarolangun Minta Masyarakat Jangan Takut Saat Terjaring Operasi Yustisi
Plt Bupati Sarolangun, Hilalatil Badri mengingatkan kepada masyarakat untuk jangan takut ketika terjaring Operasi Yustisi.
Operasi Yustisi Sarolangun katanya, dilakukan untuk menekan angka penularan Covid-19.
"Kenapa harus takut saat razia? Inikan untuk keamanan, kenyamanan dan kesehatan kita bersama. Bermaskerkan banyak fungsi menghindari dari penyakit lain juga," kata Hilalaltil Badri, Senin (9/11/2020).