Jumat, 22 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Pilpres Amerika Serikat

Trump Dilengserkan Biden, Begini Respon Para Pemimpin Negara Timur Tengah Pada Pemimpin Baru AS

Bahkan kemenangan Joe Biden dan kekalahan Donald Trump pun, membuat mata dunia tertuju ke Negeri Paman Sam.

Tayang:
Editor: Andreas Eko Prasetyo
aetnd.com
Perang di Timur Tengah. 

TRIBUNJAMBI.COM - Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) 2020 kemarin menjadi sorotan dunia. 

Bahkan kemenangan Joe Biden dan kekalahan Donald Trump pun, membuat mata dunia tertuju ke Negeri Paman Sam.

Bisa dikatakan, ada yang senang. Ada juga yang tidak terima dengan hasil yang keluar.

Lalu bagaimana sikap dari para pemimpin di Teluk Arab?

Baca juga: Kalah Pilpres AS, Ini Perwira Amerika yang Paling Ditakuti Donald Trump Sampai Kapok

Baca juga: Isi Pidato Perdana Joe Biden Sebagai Presiden Amerika Serikat, akan Penuhi Janji Atasi Covid-19

Baca juga: Joe Biden Presiden Amerika Serikat, Ini yang Bakal Dilakukannya untuk Indonesia, Sebut Hal Ini

Sebab, Trump dikenal 'memusuhi' negara-negara Arab, walau akhir-akhir ini mulai saling bekerja sama.

Dilansir dari kontan.co.id pada Minggu (8/11/2020), ternyata para pemimpin di Teluk Arab memberi selamat kepada Joe Biden.

Namun, sejumlah pihak di kawasan Timur Tengah tersebut masih pesimisme dengan kebijakan AS selanjutnya di wilayah Arab.

Ekspresi lesu Presiden AS Donald Trump saat mengepalkan tinjunya setelah berbicara pada malam pemilihan di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, DC, 4 November 2020. Orang dalam Gedung Putih mengungkapkan, di balik ngototnya Trump menolak hasil Pilpres AS, Trump dilanda ketakutan akan dipenjara bila ia tidak jadi presiden karena begitu banyaknya tuntutan hukum terhadapnya.
Ekspresi lesu Presiden AS Donald Trump saat mengepalkan tinjunya setelah berbicara pada malam pemilihan di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, DC, 4 November 2020. Orang dalam Gedung Putih mengungkapkan, di balik ngototnya Trump menolak hasil Pilpres AS, Trump dilanda ketakutan akan dipenjara bila ia tidak jadi presiden karena begitu banyaknya tuntutan hukum terhadapnya. (MANDEL NGAN / AFP)

“Saya yakin Trump tidak akan mencapai masa jabatan kedua."

"Dia terlalu memusuhi hampir semua orang."

"Dia (lebih) cocok menjadi pemimpin mafia daripada presiden Amerika Serikat," kata Adel Salman, seorang guru bahasa Inggris sekolah menengah di Baghdad.

"Mari kita tunggu dan lihat dengan kepresidenan Biden."

"Dan saya katakan kepada semua orang Irak, jangan menghitung ayam Anda sebelum menetas."

"Apakah Biden lebih baik untuk Irak? Mari kita tunggu dan lihat tindakannya," lanjut pria berusia 40 tahun tersebut.

Di masa awal kepemimpinannya, Biden mungkin menghadapi beberapa tantangan kebijakan luar negeri yang paling kompleks di kawasan ini.

Mulai dari perang di Libya dan Yaman hingga meyakinkan sekutu AS di Teluk Arab bahwa Washington dapat melindungi mereka dari musuh seperti Iran, serta kesepakatan nuklir dengan Teheran.

Sumber: Kontan
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved