Pilkada di Jambi

Banyak ASN Melanggar, Paling Banyak Soal Netralitas dan Tunjukkan Dukungan, Ini Kata Pengamat

Pengamat Politik Jambi, Bahren Nurdin mengatakan, banyaknya laporan masyarakat terkait netralitas ASN tersebut, menunjukan kepeduliannya terhadap Pilk

Penulis: HR Hendro Sandi | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
zoom-inlihat foto Banyak ASN Melanggar, Paling Banyak Soal Netralitas dan Tunjukkan Dukungan, Ini Kata Pengamat
ist
Bahren Nurdin, pengamat politik di Jambi.

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Banyaknya pelanggaran ASN pada Pilkada serentak 2020 ini, menjadi sorotan sejumlah pihak. Paling banyak terjadi soal netralitas dan menunjukan dukungan ke pasangan calon.

Pengamat Politik Jambi, Bahren Nurdin mengatakan, banyaknya laporan masyarakat terkait netralitas ASN tersebut, menunjukan kepeduliannya terhadap Pilkada Jambi.

"Kalau banyak laporan masyarakat, itu berarti bagus. Kalau banyak laporan, berarti masyarakat peduli, itu yang kita harapkan dari dulu," kata Bahren, Minggu (8/11/2020).

Bahren berharap, Bawaslu selaku pengawas pemilu, juga harus menerima dengan baik, adanya laporan dari masyarakat, dan harus segera diteliti.

Baca juga: Beberapa Program Percepatan Ekonomi Tanjabbar yang Bakal Dijalankan Mulyani-Amin, Ini Poin-poinnya

Baca juga: Klarifikasi Gisel Dianggap Ganjil, Pakar Ekspresi Baca Gestur Mama Gempi: Tahu Tapi Tak Mau Ngomong

Baca juga: Pelaku UMKM Ini Bertahan Hadapi Pandemi, Bertransformasi dari Warung Sarapan ke Milkshake

"Ya Bawaslu juga harus meneliti laporan tersebut. Jadi jangan sampai ada laporan masyarakat yang diabaikan," ungkapnya.

Terkait banyaknya ASN yang melakukan pelanggaran, Bahren menunjukan banyaknya ASN yang tidak profesional dalam menjalankan tugas.

"ASN yang profesional tentu mematuhi atusan tugas dan fungsinya. Itu sudah jelas di aturan ASN. Tidak boleh memihak, tidak boleh berpolitik praktis," katanya.

Lebih lanjut Bahren mengatakan, ASN yang tidak netral akan mengganggu ketenangan hidup. Sudah barang tentu, menurutnya, jika seseorang berbuat tidak sesuai aturan dan ketentuan yang ada maka akan kehilangan kenyamanan dalam bekerja.

"Dampaknya, bekerja tidak maksimal dan dipastikan akan abai terhadap tugas dan tanggungjawab untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kehidupan seorang ASN yang tidak netral itu selalu terganggu. Ia akan selalu dihantui dengan rasa bersalah," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved