Pilpres Amerika Serikat
Enggan Beri Selamat ke Joe Biden, Donald Trump Bakal Rusak 124 Tahun Sejarah AS yang Sudah Tercipta
Jika pemilu diibaratkan sebagai perang antar tentara yang berlawanan, maka pidato konsesi atau penyerahan kekuasaan adalah penjanjian
TRIBUNJAMBI.COM - Dipastikan selangkah lagi, Joe Biden akan menduduki kursi Kepresidenan Amerika Serikat dan bakal menempati Gedung Putih.
Ya, Joe Biden bakal menjadi presiden Amerika Serikat, sementara Donald Trump bisa saja bakal merusak sejarah dan tradisi di Amerika Serikat bila tidak melakukan hal ini.
Jika pemilu diibaratkan sebagai perang antar tentara yang berlawanan, maka pidato konsesi atau penyerahan kekuasaan adalah penjanjian damai setiap pemilu usai.
Dilansir USA Today, saat ini Presiden Donald masih berjuang dan belum ada tanda-tanda meninggalkan medan perang meski suara elektoralnya tertinggal jauh dari Biden.
Baca juga: Joe Biden Akan Duduki Kursi Presiden AS, Donald Trump Bakal Rusak Tradisi Amerika Bila Lakukan Ini
Baca juga: Kebohongan Donald Trump Terbongkar, 8 Fakta Pidato Tuduh Penipuan di Pilpres Amerika Terbongkar
Baca juga: Trump Kalah, Ngotot Tolak Hasil Pilpres Amerika Karena Takut Dipenjara, Kasus Pelecehan Menunggu
Pada Kamis (5/11/2020), penantang Presiden Trump dari Demokrat, Joe Biden memiliki perolehan suara elektoral mendekati batas untuk menang, yakni 270 suara.
Trump dikenal suka tidak mengakui kesahalan atau kegagalan.
Dia rentan memicu perpecahan daripada memperbaiki keadaan, seperti yang ia tuliskan di Twitter dalam beberapa hari terakhir ini.

Saat Biden selangkah lagi menuju kemenangan, Trump mengeluarkan klaim tentang kecurangan pemilu dan Demokrat mencoba mencuri pemilu, tanpa adanya bukti.
Beberapa pihak percaya Trump akan membuat pidato konsesi, jika hanya untuk mempertahankan posisi politiknya sendiri.
Sejatinya Trump bukanlah kandidat presiden pertama yang mempertanyakan hasil pemilu, kata penulis "Almost President: The Men Who Lost the Race but Changed the Nation", Scott Farris.
"Richard Nixon, misalnya, yakin dia telah ditipu pada tahun 1960 melawan John Kennedy karena kejahatan di Texas dan Illinois," kata Farris.
"Tapi dia menyadari bahwa jika dia tidak tampil sebagai pecundang yang baik, masa depannya dalam politik mungkin sudah berakhir."
Menurut Farris, Trump akan sampai pada kesimpulan serupa.
Mungkin nanti Trump akan menyadari sikapnya saat ini akan berdampak buruk pada anak-anaknya yang tampaknya memiliki ambisi politik sendiri.
"Saat dia melihat ke depan, saya pikir akan datang kepadanya bahwa 'Saya perlu mengatakan sesuatu dan menjadikannya olahraga sportif soal ini'," kata Farris.