Pilpres AS 2020 Pecahkan Rekor Gemilang, Joe Biden Hampir Menang, Suaranya Melebihi Barack Obama
Posisi Joe Biden sudah di ambang kemenangan, ketika calon Presiden Amerika Serikat ini memecahkan rekor gemilang perolehan suara Barack Obama
Rawat inap adalah metrik utama karena tidak terpengaruh oleh jumlah pengujian yang dilakukan.
Baca juga: Donald Trump Marah Besar Gubernur Pennsylvania Dituding Curang Dukung Biden: Lihat yang Akan Terjadi
Kematian akibat virus Corona cenderung lebih tinggi tetapi tidak pada tingkat yang sama dengan kasus.
Amerika Serikat rata-rata mengalami 850 kematian sehari, naik dari 700 kematian sebulan lalu.
Dalam beberapa hari terakhir, enam negara bagian telah melaporkan peningkatan tertinggi satu hari terkait kematian akibat pandemi: Arkansas, Idaho, North Dakota, South Dakota, West Virginia dan Wyoming.
Pandemi telah mempengaruhi hampir setiap aspek kehidupan rakyat Amerika, termasuk rekor jumlah pemilih yang mengirimkan surat suara mereka dalam pemilihan pada hari Selasa.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini 6 November 2020 Di Pegadaian, Harga Emas Antam Ukuran 2 gram Rp 1.977.000
Tembus 84.000 lebih, AS pecahkan rekor harian Covid-19
Amerika Serikat memecahkan rekor harian infeksi baru virus corona pada Jumat (23/10/2020) dengan mencatat 84.218 penderita baru saat kasus bermunculan hampir di setiap bagian negara itu, menurut penghitungan Reuters.
Lonjakan kasus terjadi kurang dari dua minggu sebelum pemilihan presiden pada 3 November dan melanda negara-negara bagian medan yang menjadi rebutan pilpres, seperti Ohio, Michigan, North Carolina, Pennsylvania dan Wisconsin.
Pada Kamis (22/10), Amerika Serikat melaporkan 76.195 kasus baru yang hampir mencapai rekor.
Baca juga: Di Jakarta, Gedung dan Hotel Boleh Ajukan Proposal Gelar Resepsi Pernikahan, Wajib Protokol Covid-19
Rekor sebelumnya adalah 77.299 kasus baru pada 16 Juli. Pada saat itu, pasien awat inap untuk pasien Covid-19 mencapai 47.000 orang dan dua minggu kemudian kematian meningkat menjadi rata-rata 1.200 orang per hari.
Sekarang, pasien rawat inap tercatat lebih dari 41.000 dan kematian rata-rata hampir 800 per hari.
Enam belas negara bagian mencatat peningkatan tertinggi kasus baru dalam satu hari pada Jumat, sementara 11 negara bagian melaporkan rekor jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.
Pakar kesehatan belum menunjukkan alasan kenaikan tersebut, namun telah lama memperingatkan bahwa suhu yang lebih dingin, kelelahan warga dengan tindakan pencegahan Covid-19, dan siswa yang kembali ke sekolah dan perguruan tinggi, dapat mendorong penyebaran virus.
Amerika Serikat memiliki kasus corona terbanyak di dunia yaitu 8,5 juta penderita dan kematian terbanyak dengan 224.000 nyawa hilang.
Negara itu juga telah melaporkan selama seminggu terakhir rata-rata 60.000 kasus baru per hari, rata-rata tujuh hari tertinggi sejak awal Agustus.
Baca juga: PROTES Ucapan Presiden Macron, Minimarket di Pekanbaru Pilih Boikot Produk Prancis Meski Merugi