Pilpres AS 2020 Pecahkan Rekor Gemilang, Joe Biden Hampir Menang, Suaranya Melebihi Barack Obama

Posisi Joe Biden sudah di ambang kemenangan, ketika calon Presiden Amerika Serikat ini memecahkan rekor gemilang perolehan suara Barack Obama

Editor: Rohmayana
ist
Joe Biden dan Donald Trump 

TRIBUNJAMBI.COM, CHICAGO - Hingga saat ini, posisi Joe Biden sudah di ambang kemenangan, ketika calon Presiden Amerika Serikat ini memecahkan rekor gemilang perolehan suara mantan bosnya sendiri, yaitu Barack Obama.

Pilpres AS 2020 pecahkan rekor gemilang. Sementara itu pada saat yang sama, 17 negara bagian mencatat rekor peningkatan kasus Covid-19.

Pada 2008, 12 tahun lalu, Obama mendapat 69.498.516 suara, yang merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah pemilu AS.

Diberitakan CBS News pada Rabu (4/11/2020), Biden mengungguli Donald Trump yang baru mengumpulkan 67.280.936 suara (48,0 persen).

Baca juga: Travel Jambi - Bakal Ada Paralayang di Kerinci, Terbang Lihat Keindahan Bumi Sakti Alam

Baca juga: Rizieq Shihab Tiba di Indonesia Harus Karantina 14 Hari, Bagaimana Rencana Menikahkan Putrinya?

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 1.009.000 per gram, Buyback emas Antam Rp 902.000

Sementara itu di sisi lain, 17 dari 50 negara bagian AS mencatat rekor peningkatan satu hari dalam kasus virus corona baru pada hari Kamis (5/11/2020), sehari setelah negara itu mencatat rekor dengan hampir 105.000 infeksi baru yang dilaporkan pada hari Rabu, menurut hitungan Reuters.

Wabah menyebar di setiap wilayah tetapi paling parah menghantam Midwest, berdasarkan kasus baru per kapita.

Sebelumnya, negara bagian yang paling banyak mencatat rekor kasus baru dalam satu hari yaitu 16 pada 30 Oktober, menurut data Reuters.

Illinois melaporkan hampir 10.000 kasus baru pada hari Kamis dan bersama dengan Texas memimpin Amerika Serikat dalam sebagian besar kasus yang dilaporkan dalam tujuh hari terakhir.

Baca juga: MODEL Hijab Minimalis dari Selebgram dalam Koleksi Uniqlo Modest Wear Manual Fall/Winter 2020

Negara bagian Midwestern lainnya dengan rekor peningkatan kasus pada hari Kamis adalah Indiana, Iowa, Michigan, Minnesota, Missouri, North Dakota, Ohio dan Wisconsin.

Arkansas, Maine, Kentucky, New Hampshire, Oklahoma, Rhode Island, Utah dan West Virginia juga mencatat rekor peningkatan infeksi baru.

Beberapa kota dan negara bagian telah mengumumkan langkah-langkah baru seperti jam malam atau mengurangi ukuran pertemuan untuk memerangi penyebaran virus, tetapi Amerika Serikat belum mengambil tindakan di tingkat federal.

Tujuh belas dari 50 negara bagian tidak membutuhkan masker.

Baca juga: Sedang Berkasus Hukum, Syahrini Bocorkan Kejadian Lucu saat Reino Barack Ngomel-ngomel

Banyak negara di Eropa menutup bisnis berisiko tinggi dan bahkan memerintahkan penutupan nasional atau regional dalam menghadapi gelombang kedua virus.

Selain meningkatnya kasus, rawat inap untuk pasien COVID-19 di AS naik menjadi lebih dari 52.500 pada hari Kamis, naik selama 11 hari berturut-turut dan semakin mendekati rekor 58.370 yang ditetapkan pada bulan Juli.

North Dakota melaporkan hanya delapan tempat tidur unit perawatan intensif gratis di seluruh negara bagian pada hari Kamis.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved