Berita Muaro Jambi
Petani Sawit di Bahar Utara Sebut Tak Pernah Dapat Bantuan Pupuk Bersubsidi dari Pemerintah
Pasalnya di tiga kecamatan di Kabupaten Muaro Jambi yaitu Bahar Utara, Bahar Selatan dan Bahar Tengah, mayoritas pekerjaan sebagai petani sawit untuk
Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, MUAROJAMBI - Para petani sawit di Desa Merkanding, Kecamatan Bahar Utara, Kabupaten Muaro Jambi menyebut tak pernah mendapat bantuan pupuk subsidi dari pemerintah.
Pasalnya di tiga kecamatan di Kabupaten Muaro Jambi yaitu Bahar Utara, Bahar Selatan dan Bahar Tengah, mayoritas pekerjaan sebagai petani sawit untuk mencukupi kebutuhan pupuk untuk tanamannya membeli pupuk nonton subsidi.
Seperti yang disampaikan oleh Adam Kepala Desa Merkanding, Kecamatan Bahar Utara. Ia mengatakan sudah lama petani sawit di desanya belum pernah mendapatkan bantuan pupuk subsidi.
Baca juga: Salah Ketik Biden Dapat 138 Ribu Suara di Michigan, Kekhawatiran Donald Trump dan Skenario Kiamat
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jambi Triwulan III 2020 Terkontraksi 0,79 Persen
Baca juga: Rekomendasi Drama Korea Viu yang Tayang Pada November 2020, Ada Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo
"Kami minta bantu koreksi apokah namo-namo di KK kami sudah dipakai oleh oknum Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Sementaro kami seumur hidup belum pernah menebus pupuk bersubsidi untuk kebun kami," kata Adam kepala Desa Merkanding Kamis (5/11/2020).
Jika diperlukan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut ia bersedia undang para kepala desa se-Kecamatan Bahar untuk membicarakan masalah tersebut.
Ia sangat berharap jangan sampai petani nya di kebiri oleh oknum di Balai Penyuluh Pertanian Sungai Bahar, Karena salah satu mereka diduga sebagai pengecer pupuk bersubsidi.
"Saya sebagai ketua forum kades tidak terima, apa mungkin Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pegadaan pupuk bersubsidi kami dimanfaatkan selama ini," ungkapnya.
Bahkan koperasi kelompok tani nya ingin ngurus RDKK nya dipersulit, tanpa alasan
mendasar, apa mungkin RDKK milik petani nya sudah ada yang menggunakan atau bagaimana.
"Yang jelas pada kenyataanya, mulai terbentuk gapoktan Markanding Jaya sampai sekarang blum pernah dapat pupuk subsidi," tutupnya.