Berita Jambi
SMA Titian Teras Muara Bungo Diprediksi Urung Rampung Tahun Ini, Masih Numpang di Pijoan
Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman menginformasikan, berdasarkan laporan Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi, pembangunan diprediksi tidak selesa
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Nani Rachmaini
“Kita yakin bisa terkejar, karena ini pembangunannya tidak bangun dari awal seluruhnya, karena ada bangunan lama yang dipertahankan,” ulasnya.
Alasannya, bangunan yang dimanfaatkan sebagai SMA TT ke depan merupakan bangunan SMK 2 Kabupaten Bungo.
Informasi yang berhasil Tribunjambi.com peroleh sebelumnya, penerimaan siswa baru untuk SMA TT Muara Bungo sudah dilakukan sejak tahun ajaran 2019/2020 atau tahun lalu.
Hingga saat ini, aktivitas para siswa tersebut masih ditumpangkan di SMA TT Abdoerrahman Sayuti Pijoan, Muarojambi. (Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)
Pembangunan SMAN Titian Teras Muaro Bungo Molor, Dinas PUPR: Optimis Selesai Tahun Ini
Pembangunan SMA Titian Teras (TT) Muara Bungo, yang terletak di Km 21, Kecamatan Bathin II Babeko molor.
Berdasarkan informasi dari pihak PUPR Provinsi Jambi progres pembangunan SMA TT ini baru selesai kontrak.
Padahal sisa waktu pekerjaan hingga akhir tahun tersisa 2 bulan.
Kendati demikian, pihak Dinas PUPR Provinsi Jambi tetap optimis pekerjaan akan selesai sesuai target.
"Progres sudah kontrak, kita optimis dapat selesai tahun ini," kata Bagian Humas Dinas PUPR Provinsi Jambi, Deny Ivantresyana Putra, Kepada Tribunjambi.com, Jumat (30/10/2020).
Saat ditanya kenapa proses lelang dan kontraknya terlambat hingga jelang akhir tahun, dia mengaku tidak mengtahui secara pasti.
"Masalah itu bisa ditanyakan ke ULP," ujarnya.
Spanduk SMAN Titian Teras Muara Bungo yang ada di SMK 2 Bungo (TRIBUN JAMBI/MAREZA SUTAN AJ)
Seperti diketahui pemerintah Provinsi Jambi sudah menganggarkan Rp12 miliar dari anggaran awal Rp13 miliar yang sebagian terpotong refocusing anggaran untuk pembangunan SMAN TT Muaro Bungo tersebut.
Meski seperti itu, pihak Dinas PUPR memastikan pengurangan anggaran ini tidak mengurangi kualitas pekerjaan.
Untuk menyiasati hal tersebut, pihaknya akan memfokuskan pada pekerjaan yang lebih urgen.