Pilpres Amerika Serikat
Merasa Dicurangi di Pilpres AS, Trump akan Ajukan Gugatan ke MA, Timses Biden: Sangat Keterlaluan
Namun, Presiden petahana Amerika Serikat, Donald Trump merasa dirinya dicurangi dalam Pemilu AS 2020 itu.
TRIBUNJAMBI.COM - Belum usai penghitungan suara dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) 2020.
Namun, Presiden petahana Amerika Serikat, Donald Trump merasa dirinya dicurangi dalam Pemilu AS 2020 itu.
Sang petahana menuduh Demokrat telah mencurangi dalam Pilpres Amerika Serikat 2020.
Donald Trump juga menyebut, dirinya akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung (MA).
Menanggapi hal itu, manajer kampanye Joe Biden, Jen O'Malley Dillon, memberikan komentarnya.
Baca juga: Mendadak Donald Trump Bikin Heboh! Minta Perhitungan Pilpres AS 2020 Dihentikan Sekarang, Ada Apa?
Baca juga: Seperti Pilpres Indonesia, Pilpres AS Juga Ada Klaim Menang dan Ngomong Curang Meski Belum Selesai
Baca juga: Sosok Joe Biden Pesaing Donald Trump di Pilpres Amerika Serikat 2020, Ternyata Pernah Lakukan Ini
"Pernyataan presiden malam ini tentang mencoba menghentikan penghitungan surat suara sangat keterlaluan, belum pernah terjadi sebelumnya, dan tidak benar," kata Dillon.
"Jika presiden menepati ancamannya untuk pergi ke pengadilan, mencoba mencegah tabulasi suara yang tepat, kami memiliki tim hukum yang siap untuk dikerahkan untuk menolak upaya itu. Dan mereka akan menang," imbuhnya.
Dilansir Tribunjambi.com dari perhitungan cepat Pilpres AS terbaru pada pukul 18.00 WIB, perolehan suara terbanyak sementara diperoleh Joe Biden dengan elektoral 238 dan Donald Trump 213.

Trump Merasa Dicurangi Demokrat
Sebelumnya dilaporkan, Donald Trump menemui para pendukungnya melalui Ruang Timur Gedung Putih pada Rabu (4/11/2020) pukul 02.21 waktu setempat.
Ia berbicara kepada lebih dari 100 pendukung yang telah berkumpul di sana.
"Ini adalah konferensi pers terbaru yang saya lakukan," katanya.

Pada pertemuan itu, Donald Trump menyatakan keyakinannya untuk kembali menjadi presiden pada Pilpres Amerika Serikat 2020.
Namun, dia menunjukkan rasa frustrasinya atas berjalanannya perhitungan suara Pilpres.
Pasalnya, pertarungan melawan capres Demokrat, Joe Biden, lebih ketat dari perkiraan jajak pendapat yang beredar.
Biden mendapatkan beberapa momentum kemenangan, semalam setelah hari Pilpres Amerika Serikat 2020 dimulai.