Breaking News:

Pilpres Amerika Serikat

Joe Biden Atau Donald Trump Lagi yang Jadi Presiden AS, Simak Ini Plus Minusnya Untuk Indonesia

Wajar saja, negara-negara di dunia ingin mengetahui siapa sosok Presiden Amerika Serikat di masa 2020-2024 kedepan.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
ABC News
Joe Biden dan Donald Trump 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Saat ini Pemilihan Presiden Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) 2020 tengah jadi sorotan dunia.

Wajar saja, negara-negara di dunia ingin mengetahui siapa sosok Presiden Amerika Serikat di masa 2020-2024 kedepan. 

Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) berlangsung ketat. Namun, siapa pun yang kelak terpilih menjadi Presiden AS, apakah Donald Trump atau kandidat dari Partai Demokrat Joe Biden, akan ada dampaknya bagi Indonesia.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta W Kamdani mengatakan, kedua kandidat itu memiliki pro kontra, dan masing-masing kandidat memiliki gaya yang berbeda serta efek kebijakan yang berbeda pula.

"Kami tidak bisa bilang bahwa pemerintahan Trump atau Biden, presiden dari Partai demokrat atau Republik lebih baik atau lebih buruk untuk Indonesia dan pelaku usaha Indonesia. Hanya saja gayanya berbeda dan efek kebijakannya juga berbeda," ujar Shinta kepada Kontan.co.id, Rabu (4/10).

Dia pun berpendapat, Indonesia yang perlu fleksibel dalam menyesuaikan diri, baik dari sisi daya tarik iklim usaha dan investasi di dalam negeri maupun dalam melakukan lobi. Dengan begitu, Indonesia masih tetap mendapatkan keuntungan dari kebijakan Presiden AS.

Donakd Trump dan Joe Biden di Pilpres AS 2020
Donakd Trump dan Joe Biden di Pilpres AS 2020 (Istimewa)

Shinta pun membandingkan kepemimpinan keduanya.

Menurut Shinta, kepemimpinan Trump sangat berbeda dengan pemerintahan Demokrat.

Trump lebih suka dengan kesepakatan bilateral, ini memungkinkan Indonesia melakukan lobi dan menciptakan kesepakatan perdagangan/investasi bilateral pula.

Baca juga: Deputi Rehabilitasi BNN RI Cek Lokasi Panti Rehabilitasi Pecandu di Sarolangun, Lokasi Strategis

Baca juga: Daftar Harga HP Oppo terbaru Awal November 2020 Lengkap 6/128GB Tak Sampai Rp 3 Jutaan

Baca juga: Spoiler One Piece Chapter 995, Rasakan Sakit, Kaido Mulai Serius, Luffy Bakal Ikut Bertarung?

Menurutnya, kesepakatan bilateral tersebut hampir tidak mungkin bisa ada bila Presiden AS bukan Donald Trump.

"Namun, di sisi lain Trump juga tipe presiden yang bergerak berdasarkan sentimennya sendiri dan cenderung punitive atau menghukum pada negara yang tidak disukai sehingga menciptakan uncertainty bagi pelaku usaha negara tersebut," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved