Sepanjang 2020, BNNK Batanghari Amankan 7 Tersangka, Dengan Barang Bukti Sabu Seberar 4,02 Gram

(BNNK) Batanghari mencatat ada peningkatan Laporan Kasus Narkotika (LKN) sepanjang 2020 ini dibanding pada 2019 kemarin.

Penulis: A Musawira | Editor: Rahimin
tribunjambi/musa
Kepala BNNK Batanghari AKBP M Zuhairi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Musa Wira

TRIBUNJAMBI.COM, MURABULIAN - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batanghari mencatat ada peningkatan Laporan Kasus Narkotika (LKN) sepanjang 2020 ini dibanding pada 2019 kemarin.

“Berkas LKN yang diterima berjumlah lima, di antaranya empat sudah dilimpahkan ke Kejaksaan dan satu nya segera distatuskan sebagai P21,” kata Kepala BNNK Batanghari AKBP M Zuhairi, Minggu (25/10/2020).

Kepala BNNK Batanghari, AKBP M Zuhairi mengatakan, catatan kasus yang ditangani sepanjang 2020 ini telah berhasil mengamankan tujuh orang tersangka, dengan total barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat 4,02 gram.

Baca juga: Ribut di Warung Tuak, Oknum Perwira Polisi di Merangin Todongkan Pistol ke Kening Hery

Baca juga: Bayi Terjebak Dalam Rumah Saat Gempa M 5,9 Guncang Pangandaran, Deden Terluka Nekat Selamatkan Anak

Baca juga: Tips Diet Karbo untuk Menurunkan Berat Badan, Ketahui Makanan Apa Saja yang Rendah Karbohidrat

“Tujuh tersangka tersebut di antaranya empat orang laki-laki dengan usia 25 sampai 30 tahun,”

“Sedangkan tiga orang perempuan yang berusia rata-rata 25 sampai 30 tahun,” sebut AKBP M Zuhairi.

AKBP M Zuhairi bilang,  BNN pusat telah menargetkan pihaknya pada 2020 ini yakni hanya dua berkas LKN, akan tetapi kasus yang telah selesai ditangani ada lima berkas LKN, Zuhairi sebut adalah sebuah prestasi.

“Peningkatan ini tidak terlalu signifikan dibanding tahun kemarin, dimana tahun 2019 telah menyelesaikan lima berkas LKN dengan lima orang tersangka laki-laki, barang bukti sekitar sembilan gram,” ucapnya.

Sementara itu, untuk wilayah Batanghari para tersangka pada umumnya pemakai atau pengguna narkotika jenis sabu-sabu.

“Tangkapan di sini sementara masih sebatas jaringan tingkat dua, artinya mengedar sambil memakai, mencari kebutuhan dan menutupi kebutuhan pakai sabu-sabu, selebihnya diedarkan,” ucapnya.

Baca juga: Oknum Perwira Menengah Bikin Onar, Kapolres Merangin AKBP Irwan Andy Janji Beri tindakan Tegas

Baca juga: Game PUBG Dianggap Langgar Syariat Islam, Ulama Aceh Sebut Pemainnya Layak Dihukum Cambuk

Masyarakat yang diamankan kata AKBP M Zuhairi adalah warga asli Kabupaten Batanghari, akan tetapi ada juga warga pendatang yang di tinggal di Batangahri.

“Yang dominan memang warga sini, namun ada yang tinggal di sini namun ia domisili di Provinsi Sumsel kasus 2020 ini,” pungkasnya.

(Tribunjambi.com/Muswira)

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved